Kamis, Oktober 8, 2026
HomeNewsEkonomiNaik Sebentar, September Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Sudah Turun Lagi

Naik Sebentar, September Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Sudah Turun Lagi

Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat pada Agustus 2026, setelah sebelumnya selama 7 bulan berturut-turut sejak Januari 2026 terus menurun.

Tergambar dari Indeks Keyakinan Konsumen IKK Agustus 2026 sebesar 118,5 (>100 = optimis), meningkat cukup tinggi dibanding IKK Juli 2026 sebesar 116,8. Namun, baru sebulan berjalan, pada September 2026 optimisme konsumen itu kembali menurun kendati tipis.

Menurut Survei Konsumen Bank Indonesia September 2026 yang dirilis, Kamis (8/10/2026), keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat.

Tercermin dari IKK September 2026 yang berada pada level optimis sebesar 118,1, kendati sedikit lebih rendah dibandingkan dengan IKK Agustus 2026 sebesar 118,5.

Optimisme tersebut ditopang oleh tetap kuatnya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, dan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan.

Terlihat dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), masing-masing sebesar 107,5 dan 128,7.

IKE September 2026 menurun cukup signifikan dibanding Agustus 2026 sebesar 109,4. Sedangkan IEK meningkat dibanding Agustus 2026 yang tercatat sebesar 127,6.

Keyakinan konsumen September 2026 menurun pada mayoritas kelompok pengeluaran. Yang meningkat hanya optimisme kaum menengah atas (pengeluaran Rp4,1-5 juta), dengan IKK 122,2 dari Agustus 2026 sebesar 118,9.

Sedangkan IKK kelompok pengeluaran lainnya menurun atau stabil, kendati masih berada di zona optimis (indreks >100). Paling merosot optimisme kaum menengah, dari IKK 117,5 (Agustus 2026) menjadi 113,8 *September 2026).

Baca juga: Supaya Ekonomi 2027 Tumbuh Tinggi, Pemerintah Siapkan Sejumlah Program Penguatan Daya Beli

Kondisi ekonomi dan lapangan kerja
Menurut BI, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini secara umum tetap kuat. Tercermin dari IKE September 2026 sebesar 107,5, meskipun turun dibanding bulan sebelumnya sebesar 109,4.

Tetap kuatnya IKE tersebut, bersumber dari optimisme seluruh komponen pembentuknya. Yaitu, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) yang masing-masing tercatat sebesar 114,6, 101,1, dan 106,7.

IPSI dan IKLK September 2026 menurun dibanding Agustus 2026 yang tercatat sebesar 118 dan 104,1. Sedangkan IPDG sedikit meningkat dibanding Agustus 2026 yang tercatat sebesar 106,1.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini tetap kuat pada mayoritas kelompok pengeluaran, kecuali kaum bawah (pengeluaran Rp1-2 juta) yang jatuh ke level pesimis (indeks <100) sebesar 99,9 dari 102,6 pada Agustus 2026.

Berdasarkan tingkat pendidikan, persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan saat ini berada pada level optimis untuk responden berpendidikan akademi/diploma, sarjana, dan pascasarjana.

Sedangkan persepsi responden berpendidikan SMA berada pada level pesimis, dan mengalami penurunan indeks menjadi 96,9 dari 100,5 (>100 = optimis) pada Agustus 2026.

Dari sisi pengeluaran, IPDG berada pada level optimis untuk kaum menengah ke atas (pengeluaran di atas Rp3,1 juta). Sementara kelompok lainnya berada pada level pesimis.

Yaitu, kaum bawah dan menengah bawah (pengeluaran Rp2,1-3 juta) dengan IPDG masing-masing sebesar 94,7 dan 97,1 dibanding 89,9 dan 98,5 pada Agustus 2026. IPDG merupakan salah satu indikator daya beli konsumen.

Baca juga: Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Merangkak Naik

IKK Januari-Agustus 2026
Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi terus menurun selama 7 bulan terakhir. Tercermin dari IKK yang dirilis Bank Indonesia (BI) setiap bulan.

Pada Januari 2026 IKK tercatat 127,0, tertinggi dalam 12 bulan, hampir menyamai IKK Januari 2025 sebesar 127,2. Indeks >100 menunjukkan level optimis, indeks <100 berarti pesimis.

Sebagai pengetahuan, selama kurun 2020-2025 IKK tertinggi tercatat pada Mei dan Juni 2022 sebesar 128,9 dan 128,2.

Pada Februari 2026, IKK turun menjadi 125,2, dan makin turun pada Maret menjadi 122,9, kemudian 123,0 pada April, dan merosot lebih dalam pada Mei menjadi 120,9. Pada Juni dan Juli 2026 IKK itu kian melandai menjadi 117,8 dan 116,8.

Pada Agustus 2026, optimisme konsumen itu kembali merangkak naik dengan IKK 118,5 dibandingkan IKK Juli 2026 sebesar 116,8. Namun, pada September 2026 optimisme konsumen tersebut kembaoli menurun seperti sudah diuaraikan di atas.

Berita Terkait

Ekonomi

MotoGP Mandalika, Kemenpar Dorong Pengembangan Sports Tourism

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendorong penguatan langkah...

Kredit Macet Pinjol Naik Tinggi Dekati 5 Persen

Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan...

Butuh Investasi Hingga Rp2.258 Triliun Agar Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Pertumbuhan ekonomi 5,45 persen (ctc) pada semester I-2026, serta...

Berita Terkini