Kamis, Oktober 15, 2026
HomeNewsEkonomiMotoGP Mandalika 2026 Perkuat Sport Tourism

MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Sport Tourism

Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika 2026) di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah dibuka pekan lalu. Acara pembukaan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Menurut Widiyanti, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga atau sport tourism kelas dunia yang mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“MotoGP Mandalika merupakan agenda strategis nasional dalam pengembangan sport tourism di Indonesia. Keberhasilan penyelenggaraan ajang balap kelas dunia ini tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antara ITDC (InJourney Tourism Development Corporation), MGPA (Mandalika Grand Prix Association), pemerintah pusat dan daerah, asosiasi, industri, serta pemilik lisensi Dorna Sports,” ujarnya melalui siaran pers yang diterbitkan Kamis (15/10).

Selama empat tahun penyelenggaraannya, MotoGP Mandalika juga terus menunjukkan perkembangan positif. Hal ini tercermin dari tren peningkatan jumlah penonton setiap tahun, termasuk semakin besarnya perhatian masyarakat internasional terhadap ajang balap motor bergengsi yang diselenggarakan di Indonesia ini.

Penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026 mencatat jumlah pengunjung tertinggi, yakni lebih dari 150 ribu orang. Direktur Utama InJourney Maya Watono, menyebut dampak ekonomi efek pengganda (multiplier effect) dari penyelenggaraan tahun ini diperkirakan mencapai Rp5 triliun, yang semakin memperkuat peran MotoGP Mandalika sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi daerah.

Karena itu event ini merupakan agenda strategis nasional khususnya terkait pengembangan sport tourism di Indonesia. Keberhasilan ini tidak hanya memperlihatkan kemampuan Indonesia menjadi tuan rumah kompetisi olahraga internasional tetapi juga menunjukkan besarnya potensi wisata olahraga dalam meningkatkan daya tarik destinasi, memperluas peluang usaha, serta menggerakkan perekonomian masyarakat.

Baca juga: MotoGP Mandalika, Kemenpar Dorong Pengembangan Sports Tourism

MotoGP Mandalika juga telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Berdasarkan hasil kajian Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas terhadap penyelenggaraan MotoGP pada tahun sebelumnya, dampak ekonomi yang dihasilkan secara nasional diperkirakan mencapai Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun.

Dampak tersebut dirasakan oleh berbagai sektor usaha, mulai dari industri perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas wisatawan selama penyelenggaraan MotoGP.

“Multiplier effect yang dihasilkan menjangkau berbagai sektor, mulai dari tingkat okupansi hotel yang mencapai 100 persen di kawasan Mandalika dan 90 persen di Lombok Tengah serta Kota Mataram, peningkatan jumlah penumpang transportasi udara, hingga kenaikan omzet UMKM,” beber Widiyanti.

Manfaat ekonomi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan ajang olahraga internasional memiliki peran yang semakin penting dalam menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi yang inklusif, khususnya bagi masyarakat di sekitar destinasi.

Keberhasilan MotoGP Mandalika perlu menjadi momentum untuk memastikan manfaat penyelenggaraan ajang olahraga berskala internasional dapat dirasakan secara berkelanjutan, tidak hanya selama kompetisi berlangsung, tetapi juga melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Baca juga: Dampaknya Besar Untuk Perekonomian, Bank BJB Dorong Sport Tourism

Wisata olahraga saat ini telah berkembang menjadi industri global yang menghubungkan sektor olahraga, pariwisata, media, dan ekonomi kreatif lintas negara. Berbagai ajang olahraga internasional secara konsisten mampu menarik jutaan wisatawan, baik sebagai penonton maupun peserta yang datang untuk menikmati kompetisi sekaligus menjelajahi destinasi wisata.

Untuk itu, Kementerian Pariwisata akan terus mendukung pengembangan industri wisata olahraga sebagai salah satu sektor potensial yang mampu meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian nasional.

“Olahraga merupakan salah satu tema pariwisata yang sangat potensial untuk terus dikembangkan. Secara global, olahraga telah terbukti menjadi magnet pariwisata yang sangat efektif. Karena itu, kita perlu terus bersinergi agar sport tourism di Indonesia dapat tumbuh semakin baik,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Otorita IKN Teken Perjanjian dengan Dunia Usaha Senilai Triliunan

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menandatangani Perjanjian Kerja Sama...

Konsumen Makin Banyak Belanja, Tabungan Kian Berkurang

Survei Konsumen Bank Indonesia yang dilansir pekan ini mengungkapkan,...

Menkeu: Penerimaan Negara On Track, Tapi Harus Ditingkatkan untuk Menutup Subsidi BBM

Hingga 30 September 2026 realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.341,5...

Menkeu: Hingga Triwulan III Kinerja Fiskal Terjaga, APBN Kredibel

Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga...

Berita Terkini