Selasa, Oktober 20, 2026
HomeGaya HidupAksesorisTas Biru Ikonik IKEA Punya Kisah Panjang yang Melampaui Fungsinya

Tas Biru Ikonik IKEA Punya Kisah Panjang yang Melampaui Fungsinya

Tas Frakta telah menjadi bagian dari keseharian jutaan pelanggan IKEA di seluruh dunia selama tiga dekade. Berawal sebagai solusi praktis untuk membawa pulang belanjaan, tas berwarna biru dengan desain khas ini berkembang menjadi produk serbaguna yang digunakan untuk berbagai kebutuhan, baik di rumah maupun saat bepergian.

Kini, lebih dari 44 juta tas Frakta terjual setiap tahun yang menjadikannya produk perlengkapan rumah IKEA dengan penjualan tertinggi. Untuk menjaga relevansi hingga tahun-tahun mendatang, tim pengembang IKEA di Swedia menghabiskan beberapa tahun untuk mencari cara meningkatkan penggunaan material daur ulang tanpa mengubah karakteristik yang membuat tas ini begitu dikenal: sederhana, fungsi praktis, kekuatan, harga terjangkau.

“Frakta adalah salah satu produk IKEA yang paling ikonis dan dicintai. Karena itu, memperbaruinya berarti memastikan bahwa hal-hal yang membuatnya istimewa tetap terjaga. Kami ingin meningkatkan penggunaan material daur ulang tanpa mengorbankan fungsi, kesederhanaan, desain khas, maupun harga yang terjangkau,” ujar Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia.

Itu juga yang membuat tas ini tetap terlihat familier dengan ada banyak perubahan penting di baliknya. Tas Frakta berukuran 36 liter dan 71 liter kini dibuat dari minimal 90 persen material daur ulang. Setidaknya 70 persen materialnya berasal dari plastik yang sebelumnya digunakan dalam industri kemasan makanan, seperti kantong jumbo untuk susu bubuk atau wadah makanan.

Baca juga: Pahami Aktivitas di Rumah, Tentukan Desain dan Produk yang Dibutuhkan, IKEA Berikan Panduan

Sejumlah kecil pigmen biru digunakan untuk mempertahankan warna ikonisnya sementara penggunaan polipropilena (PP) virgin dalam jumlah minimal membantu menjaga kekuatan tas agar tetap mampu membawa beban hingga 25 kg.

Pembaruan tas Frakta juga mencakup cara tas ini dirancang dan diproduksi. Badan tas dan tali pegangannya kini menggunakan satu jenis material, yaitu PP daur ulang. Pendekatan ini membantu menyederhanakan komposisi material sekaligus mendukung penggunaan sumber daya yang lebih efisien.

Tas Frakta terbaru diproduksi melalui proses yang sepenuhnya otomatis untuk membantu meningkatkan efisiensi, menjaga konsistensi kualitas, dan mengurangi limbah. Tali pegangan kini menyatu langsung dengan material tas, tidak lagi dijahit secara manual seperti pada versi sebelumnya.

Perubahan ini menghemat waktu produksi serta penggunaan benang dalam jumlah yang jika dikumpulkan selama setahun, mencapai sekitar 89.000 kilometer yang cukup untuk melilit Bumi hampir dua kali. Sisa material dari proses produksi juga dikumpulkan dan dimasukkan kembali ke lini produksi untuk dijadikan tas baru.

Proses produksi yang diperbarui itu turut membantu IKEA mengimbangi biaya tambahan yang berkaitan dengan pemrosesan, penyortiran, dan pengendalian mutu material PP daur ulang. Dengan demikian, Frakta tetap dapat ditawarkan dengan harga terjangkau.

Baca juga: Memilih Sofa untuk Ruangan Sempit, Ikuti Panduan dari Ikea

Pembaruan produk ini merupakan hasil pengembangan dan kolaborasi selama bertahun-tahun. Sejak tahun 2017, pengembang produk, insinyur, dan pemasok IKEA bekerja sama untuk meningkatkan kandungan material daur ulang sembari mempertahankan kualitas dan daya tahan tas. Pada tahun 2020, kandungan material daur ulang Frakta telah mencapai 60 persen dan kini jumlah tersebut meningkat menjadi minimal 90 persen.

“Meningkatkan kandungan material daur ulang hingga mencapai angka ini menghadirkan tantangan teknis tersendiri. Material PP daur ulang membutuhkan proses dan pengendalian mutu tambahan. Di saat yang sama, kami perlu merancang ulang sejumlah bagian tas agar menggunakan satu jenis material tanpa mengurangi kekuatan maupun keterjangkauannya. Melalui pengujian selama bertahun-tahun dan kolaborasi erat dengan pemasok, tim berhasil mengubah cara Frakta dibuat sambil mempertahankan ciri khasnya,” beber Ririn.

Diperkenalkan pada tahun 1996, tas Frakta awalnya dirancang untuk membantu pelanggan membawa barang belanjaan dengan praktis. Seiring waktu, kegunaannya berkembang mengikuti kebutuhan sehari-hari. Tas ini kerap digunakan untuk membawa cucian, menyimpan barang, memilah sampah daur ulang, membantu proses pindahan rumah, hingga membawa berbagai keperluan saat bepergian. Fleksibilitas tersebut menjadikan Frakta sebagai produk yang terus digunakan jauh melampaui tujuan awalnya.

Memasuki usia ke-30, pembaruan Frakta menjadi babak baru dalam perjalanan tas ikonis ini sekaligus bagian dari upaya IKEA untuk menggunakan material secara lebih bijak dan mengurangi ketergantungan pada plastik virgin berbasis fosil.

Berita Terkait

Ekonomi

Presiden Tugaskan Airlangga Turunkan Biaya Logistik RI yang Tinggi

Tingginya biaya logistik atau distribusi barang dan jasa di...

UMKM Binaan Jasa Marga Tembus Pasar Internasional

Kemandirian dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah...

2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Jaga Stabilitas Ekonomi dan Genjot Ekspor

Stabilitas perekonomian menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga...

Berita Terkini