Rabu, Januari 21, 2026
HomeApartmentJakarta Masih Sangat Butuh Tambahan Apartemen  

Jakarta Masih Sangat Butuh Tambahan Apartemen  

Sebagai kota terbesar dan terpadat di Indonesia, Jakarta masih sangat butuh apartemen baru. Tapi, makin sulitnya mendapatkan lahan untuk pengembangan apartemen, membuat pengembangan apartemen baru itu terutama untuk kalangan menengah makin sulit di Jakarta.

Demikian dikatakan Anton Sitorus, Head of Research Savills Indonesia, perusahaan konsultan properti asing, saat memaparkan Jakarta Property Market Update versi Savills di Jakarta, Rabu (28/3/2018). Market update menyangkut perkantoran, retail (pusat perbelanjaan atau mall), apartemen strata (jual) atau kondominium serta rukan (rumah kantor).

Menurut Anton, sebagai perbandingan Bangkok, ibu kota Thailand, yang berpenduduk 8 juta jiwa memiliki 350.000 unit apartemen. Sementara Jakarta yang populasinya mencapai 11 juta baru punya 141.000 unit apartemen existing supply (yang sudah jadi).

Sedangkan future supply apartemen di Jakarta sepanjang 2018–2021 diperkirakan hanya 67.000 unit, sehingga total menjadi 208.000 unit. “Jadi Jakarta masih sangat butuh tambahan apartemen untuk mencukupi kebutuhan warganya,” katanya.

Bahkan, dalam skala megapolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) pun suplai apartemen masih sangat kurang, karena di Bodetabek existing supply apartemen baru 100 ribu dibanding penduduknya yang mencapai 20 juta lebih.

“Antara suplai dan kebutuhan masih jomplang banget. Karena itu ke depan apartemen akan jadi bisnis yang hot. Kalau rumah tapak, makin sulit diadakan pengembang (untuk kaum menengah) karena harganya kian tinggi, apalagi di Jakarta,” jelas Anton.

Itulah kenapa saat ini pengembangan apartemen makin semarak di Bodetabek, terutama untuk pasar menengah dan sedikit menengah ke bawah. Savills sendiri belum melansir property market update wilayah Bodetabek untuk dibandingkan dengan Jakarta. Namun akan dilakukan pada triwulan-triwulan mendatang. “Risetnya sedang kita kerjakan,” katanya.

Berita Terkait

Ekonomi

Kinerja Manufaktur 2025 Jalan di Tempat, Penyerapan Tenaga Kerja Masih Payah

Industri pengolahan atau manufaktur adalah penopang terbesar pertumbuhan ekonomi...

Kadin Optimistis Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar forum diskusi...

Harga Saham Bank BJB Menguat, Cerminkan Stabilitas dan Keyakinan Pasar

Memasuki awal tahun 2026, saham bank bjb menunjukkan momentum...

Berita Terkini