Sabtu, April 4, 2026
HomeBahan BangunanTantangan Industri Furnitur, Propan Helat Seminar Kolaboratif “Design to Production”

Tantangan Industri Furnitur, Propan Helat Seminar Kolaboratif “Design to Production”

Masuknya produk furnitur impor yang terus membanjiri pasar domestik menjadi tantangan serius bagi pelaku industri dalam negeri. Didukung teknologi yang semakin maju dan harga yang kompetitif, produk impor kian menekan daya saing produsen lokal.

Menjawab tantangan tersebut, produsen cat Propan Raya bersama enam mitra industri menggelar seminar kolaboratif bertajuk Design to Production di Propan Sandimas Experience Center, kawasan Indonesia Design District PIK 2, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan memperkuat daya saing industri furniture nasional melalui peningkatan kompetensi dan kolaborasi lintas sektor.

Seminar ini digelar sebagai respons atas ancaman produk impor yang kian agresif. Propan menilai pelaku industri tidak dapat hanya mengandalkan dukungan pemerintah, melainkan harus membangun kekuatan dan daya saing secara mandiri.

Menurut BU Industry Head Propan Agoes Dwi Purnama, sangat penting untuk terus meningkatkan kapasitas industri dalam negeri dan untuk itu kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah tapi harus memiliki daya saing sendiri.

“Dengan begitu ketika kita berhadapan dengan produk impor kita sudah siap dengan kekuatan kompetitif yang kita miliki. Pengalaman kami sebagai brand cat lokal yang juga mendukung pasar hingga ke luar negeri menjadi bekal untuk berbagi pengetahuan kepada pelaku industri,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterbitkan Selasa (03/03).

Kolaborasi menjadi poin utama dalam forum ini. Menurut penyelenggara, kualitas produk furnitur tidak hanya ditentukan oleh desain tetapi juga oleh kesiapan aspek produksi secara menyeluruh. Integrasi antar-supplier, mulai dari material, proses produksi, hingga teknologi mesin menjadi kunci dalam menciptakan produk yang efisien dan berstandar tinggi.

Baca juga: “Close to You” Jadi Color of the Year 2026 Propan

Sebelumnya, Propan telah mengadakan kegiatan serupa secara terpisah. Namun kali ini seluruh elemen industri digabungkan dalam satu forum terpadu guna menciptakan sinergi yang lebih kuat.

Sebagai salah satu pemimpin pasar dalam bidang pelapis furnitur (furniture coating), Propan memandang posisi tersebut sebagai kebanggaan sekaligus tantangan. BU Manager Harry Prasetyo menambahkan, bahwa status market leader harus diimbangi dengan inovasi berkelanjutan.

“Menjadi market leader adalah kebanggaan tetapi juga tantangan besar. Propan harus terus berinovasi untuk tetap kompetitif menghadapi para pesaing. Seminar ini juga melibatkan mahasiswa sebagai generasi penerus industri furniture nasional. Keterlibatan akademisi diharapkan mampu menciptakan kesinambungan inovasi dan regenerasi pelaku industry,” katanya.

Baca juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, Propan Tawarkan Cat Beton Cemento

Jakarta menjadi kota pembuka rangkaian seminar yang rencananya akan digelar di beberapa kota lain di Indonesia. Melalui inisiatif ini, Propan berharap dapat memperkuat ekosistem industri furnitur nasional sehingga mampu bertahan di tengah gempuran produk impor sekaligus membuka peluang untuk bersaing di pasar global.

Dengan sinergi antar pelaku industri, produk furnitur Indonesia diharapkan tidak hanya mampu menghadapi persaingan domestik tetapi juga tumbuh menjadi pemain kuat di kancah internasional.

Berita Terkait

Ekonomi

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Senilai Lebih Rp310 Triliun

Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah...

Berita Terkini