Sabtu, April 4, 2026
HomeNewsEkonomiSetelah Suprajanto Menolak, Oni Febriarto Rahardjo Jadi Plh Dirut Bank BTN

Setelah Suprajanto Menolak, Oni Febriarto Rahardjo Jadi Plh Dirut Bank BTN

Mantan Direktur Utama Bank BRI Suprajarto menolak keputusan Menteri BUMN Rini Soemarno yang menunjuknya sebagai Dirut Bank BTN pada  Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.    Kamis 29 Agustus 2019. Sementara Maryono telah resmi dicopot dari posisinya sebagai Dirut BTN di RUPSLB tersebut.

Untuk mengsisi kekosongan posisi puncak di Bank BTN itu sesuai anggaran dasar perusahaan diisi oleh dirut pelaksana harian (Plh).  Adapun Plh yang dipilih sesuai ketentuan adalah direksi yang paling lama bekerja di Bank BTN. Berdasarkan krtiteria itu maka dipilihlah Oni Febriarto Rahardjo, Direktur Commercial bBanking  sebagai dirut Plh.  Ia berkarir di bank pelat merah ini sejak tahun 1997.

Dengan penujukan itu Oni merangkap jabatan hingga penujukan Dirut BTN  definitif  yang harus ditentukan paling lama 90 hari setelah RUPSLB BTN minggu lalu.

“Manajemen Bank BTN menghormati keputusan mengenai perubahan pengurus perseroan tersebut. Dengan formasi direksi saat ini dan peran Oni Febriarto yang menjalankan tugas sebagai Dirut, bisnis Bank BTN akan tetap berjalan dengan baik. Oni sendiri menjabat sebagai Direktur Commercial Banking sejak 24 Mei 2015 dan berkarir di Bank BTN sejak tahun 1997,” ujar Achmad Chaerul, Corporate Secretary Bank BTN, dalam siaran persnya.

Selain Bank BTN dinakhodai sementara oleh Oni Febriarto, pada RUPSLB juga mengangkat Direktur Collection & Asset Management yang baru yaitu Elisabeth Novie. Sebelumnya, Novie menjabat sebagai Kepala Divisi Asset Management Bank BTN.

Chaerul menambahkan bahwa sebagai perusahaan terbuka Bank BTN akan taat azas dan tetap menjalankan keputusan RUPSLB. Bank BTN juga akan memastikan tetap berjalan normal sesuai rencana bisnis bank dengan dukungan seluruh pegawai Bank BTN yang akan menjalankannya. Berdasarkan kinerja semester pertama 2019 aset Bank BTN tumbuh 16,58 persen menjadi Rp312,5 triliun dengan laba bersih naik 39,6 persen atau sekitar Rp1,31 triliun.

“Bank BTN masih akan berperan penting dan signifikan terhadap akses pembiayaan perumahan khususnya dalam mendukung program sejuta rumah. Ini adalah misi besar pemerintah yang dititipkan kepada Bank BTN yang akan kami jalankan dengan baik,” kata Chaerul.

Berita Terkait

Ekonomi

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik...

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Berita Terkini