Ada Masjid dan Sculpture Ikonik di Samesta Royal Campaka Purwakarta
Kawasan hunian bukan hanya berfungsi sebagai tempat tinggal tapi juga untuk menjadi ruang tumbuh kehidupan sosial, kebersamaan, hingga nilai-nilai keberagaman masyarakat. Untuk itu dibutuhkan berbagai sarana dan fasilitas untuk mewujudkan ruang tumbuh kembang tersebut.
Menegaskan sebagai pengembang yang bukan hanya menghadirkan produk hunian, Perum Perumnas juga terus melengkapi kawasannya dengan berbagai sarana dan fasilitas. Komitmen tersebut diwujudkan dengan persemian Masjid Samesta Royal Campaka di Samesta Royal Campaka, Purwakarta, Jawa Barat.
Kehadiran masjid ini menjadi fasilitas sosial dan keagamaan yang strategis bagi warga, sekaligus diharapkan berperan sebagai pusat aktivitas ibadah, interaksi sosial, serta kegiatan kemasyarakatan. Masjid Samesta Royal Campaka dirancang untuk mendukung terciptanya lingkungan hunian yang harmonis, mempererat hubungan antar warga, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di dalam kawasan.
Plt. Direktur Utama Perumnas Tri Hartanto mengatakan, hadirnya masjid Royal Campaka merupakan bagian penting dari konsep pengembangan kawasan hunian Perumnas yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Perumnas tidak hanya membangun rumah tetapi juga membangun ekosistem kehidupan. Kehadiran masjid di kawasan hunian menjadi ruang bersama yang memperkuat nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan warga,” ujarnya dikutip dari siaran pers Perumnas Jumat (02/01).
Masjid Samesta Royal Campaka dapat dimanfaatkan bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai fasilitas kemasyarakatan mulai dari kegiatan keagamaan, pendidikan, hingga aktivitas sosial. Dengan sarana masjid ini diharapkan bisa terus mendorong terciptanya lingkungan hunian yang inklusif dan menyenangkan.
Saat peresmian masjid ini juga dilakukan akad dan berita acara serah terima (BAST) kepada konsumen sebanyak 19 unit. Momen ini menjadi bukti bahwa Perumnas secara nyata menghadirkan hunian berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat. Esensi kehadiran Perumnas dengan menghadirkan hunian yang benar-benar dapat dimiliki, dihuni, dan menjadi awal perjalanan hidup keluarga Indonesia.
Baca juga: Perumnas-Kemenhub Bangun Stasiun Lumpang di Samesta Parayasa Parung Panjang
Disamping itu, bersamaan dengan peresmian Masjid Royal Campaka, Perumnas juga meresmikan sculpture ikonik di kawasan Samesta Royal Campaka sebagai bagian dari penataan kawasan dan penguatan identitas kawasan hunian. Sculpture ini merupakan implementasi dari konsep ikon kawasan hunian Perumnas yang pertama kali diluncurkan pada puncak peringatan HUT ke-50 Perumnas dan kini diterapkan secara bertahap di berbagai proyek Perumnas.
Dirancang oleh arsitek ternama Indonesia Andramatin, sculpture tersebut mengusung nilai artistik dan filosofi yang merepresentasikan kesatuan, kebersamaan, dan keberagaman. Pilar-pilar vertikal melambangkan keteguhan langkah Perumnas dalam menyediakan hunian bagi masyarakat sementara garis horizontal yang menghubungkan elemen-elemen tersebut mencerminkan kesatuan visi dan kolaborasi sementara warna bata terakota untuk menegaskan kedekatan dengan budaya dan jati diri.
Kawasan Samesta Royal Campaka merupakan salah satu proyek strategis Perumnas di Jawa Barat yang dikembangkan di atas lahan seluas 23,6 ha dengan total 1.499 unit rumah. Kawasan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern dengan lingkungan yang nyaman, aksesibilitas yang baik, serta kelengkapan fasilitas sosial yang mendukung kehidupan bermasyarakat.
Dengan adanya fasilitas Masjid, Perumnas memastikan bahwa ruang spiritual hadir lebih dekat, mudah diakses, dan menjadi bagian dari keseharian penghuni. Selain itu, Sculpture Perumnas menghadirkan ikon kawasan dan identitas baru dalam semangat mewujudkan hunian yang aman, nyaman, layak, dan terjangkau bagi masyarakat.
“Melalui peresmian masjid dan penataan kawasan dengan sculpture ikonik ini, kami ingin memastikan bahwa kawasan hunian tidak hanya layak secara fisik tetapi juga hidup secara sosial. Kami berupaya menghadirkan lingkungan hunian yang nyaman, tertata, dan mampu mendukung kehidupan bermasyarakat secara berkelanjutan,” pungkas Tri.