Sabtu, April 4, 2026
HomeBerita PropertiKereta Ekonomi Kerakyatan Sangat Diminati pada Angkutan Lebaran 2026

Kereta Ekonomi Kerakyatan Sangat Diminati pada Angkutan Lebaran 2026

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tingginya minat masyarakat terhadap layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan pada masa Angkutan Lebaran 2026. Sejak mulai dijual pada 25 Februari 2026 untuk keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026, hingga 2 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, 15.976 tiket kereta dengan harga terjangkau ini telah terpesan dari total kapasitas 27.368 tempat duduk, atau okupansi 58 persen hanya dalam 6 hari penjualan.

Pada sejumlah tanggal arus balik, tingkat keterisian bahkan melampaui 100 persen per hari perjalanan akibat pola naik-turun penumpang di sepanjang lintas relasi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, Kereta Ekonomi Kerakyatan dihadirkan untuk memperluas akses perjalanan Lebaran bagi masyarakat.

“Layanan ini menjadi alternatif yang diminati, khususnya bagi pelanggan yang mengutamakan efisiensi biaya dan kepastian jadwal. Kami melihat respons yang sangat positif sejak penjualan tiket dibuka,” kata Anne melalui keterangan dikutip Selasa (3/3/2026).

Secara keseluruhan, penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 hingga 2 Maret 2026 telah mencapai 2.013.992 tiket, dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan atau tingkat okupansi 44,8 persen. Artinya, masih tersedia sekitar 2,48 juta tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Baca juga: Tiket Kereta Mudik Lebaran Masih Tersedia Banyak

Khusus KA Jarak Jauh, tingkat okupansi telah mencapai 55,2 persen, sementara KA Lokal diproyeksikan terus bergerak seiring pola pemesanan yang umumnya dilakukan mulai H-7 keberangkatan.

KAI melihat pola perjalanan Lebaran tahun ini menunjukkan peningkatan bertahap pada periode pra-Lebaran dan diproyeksikan menguat pada arus balik.

Beberapa tanggal setelah Lebaran masih memiliki tingkat keterisian relatif rendah, sehingga pelanggan tetap memiliki fleksibilitas dalam menentukan waktu perjalanan.

Dengan kapasitas yang masih cukup besar, KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal serta mempertimbangkan alternatif relasi maupun skema connecting train guna mendapatkan jadwal yang sesuai kebutuhan.

Berita Terkait

Ekonomi

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Senilai Lebih Rp310 Triliun

Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah...

Berita Terkini