Senin, Januari 12, 2026
HomeNewsEkonomiMelorot Optimisme Kaum Bawah Terhadap Penghasilannya

Melorot Optimisme Kaum Bawah Terhadap Penghasilannya

Survei Konsumen Bank Indonesia pada Desember 2025 yang dirilis Jum’at (9/1/2026) mengindikasikan, keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini tetap kuat.

Tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 yang tetap berada di level optimis (indeks >100) sebesar 123,5, meskipun sedikit menurun dari IKK November 2025 sebesar 124.

Tetap kuatnya keyakinan konsumen itu, bersumber dari persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini (IKE) dan ke depan yang tetap berada pada level optimis. IKE Desember 2025 tercatat 111,4, stabil dibanding November 2025 sebesar 111,5.

Tetap kuatnya IKE itu bersumber dari kenaikan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) menjadi 106,5 dibanding November 2025 sebesar 103,7. Sementara Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) tercatat 120,2 dan 107,6, sedikit menurun dibanding November 2025 sebesar 121,5 dan 109,4.

Yang meningkat tinggi optimismenya terhadap penghasilan saat ini adalah kaum menengah atas (pengeluaran Rp4,1-5 juta), dengan IPSI 131,7 pada Desember 2025 dibanding 127,1 pada November 2025. Diikuti kaum menengah (pengeluaran Rp3,1-4 juta) dari 109,5 menjadi 112,5.

Sementara kaum bawah (pengeluaran Rp1-2 juta) dan menengah bawah (pengeluaran Rp2,1-3 juta) melorot keyakinannya dengan IPSI 108,3 dan 111,2 dari November 2025 sebesar 115,9 dan 115,8. Sedangkan IPSI kaum atas (pengeluaran >Rp5 juta) relatif stabil di angka 128,4 dibanding November 2025 sebesar 129.

Baca juga: Penghujung 2025 Keyakinan Konsumen Menurun. Paling Menurun Keyakinan Kaum Bawah

Begitu juga untuk kemampuan membeli barang tahan lama, kaum bawah terbilang paling melorot dan rendah optimismenya. Bahkan, merosot atau berada di level pesismis (indeks <100).

IPDG kaum bawah misalnya, Desember 2025 tercatat 96,2 dibanding November 2025 sebesar 104,8. Sementara IPDG kaum menengah bawah bertahan di level pesimis dengan indeks 99,4 dibanding November 99,5.

Juga turun IPDG kaum atas dari 119,7 menjadi 115,4, namun indeksnya masih tercatat sebagai yang tertinggi dibanding 4 kelompok lain. Sedangkan IPDG kaum menengah relatif stabil di angka 102,5 dibanding 103 pada November. Yang naik cukup tinggi hanya IPDG kaum menengah atas dari 109,1 menjadi 113.

Sementara persepsi mengenai ketersediaan lapangan kerja, seluruh kelompok pendidikan mengalami kenaikan optimisme.

Tertinggi pada kelompok pendidikan pascasarjana dengan IKLK 117,1 (optimis) dari November 2025 sebesar 99,9 (pesimis). Diikuti kelompok sarjana dari 112,8 menjadi 117, akademi/diploma dari 110,1 menjadi 112,8, dan SMA dari 100 menjadi 101,2.

Berita Terkait

Ekonomi

Penghujung Tahun, Konsumen Kurangi Konsumsi, Perbanyak Tabungan

Menjelang berakhirnya tahun 2025 yang dihiasi cerita penurunan daya...

Menkeu Akan Tarik Utang Lebih Banyak untuk Biaya APBN 2026

Defisit APBN 2025 sebesar 2,92 persen dari Produk Domestik...

Kadin Paparkan Agenda Internasional yang Bisa Dorong Perekonomian Indonesia

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan empat agenda...

8,34 Juta Warga RI Melancong ke Luar Negeri Selama Januari-November 2025

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pekan lalu, jumlah perjalanan...

Berita Terkini