November 2025 Penjualan Eceran Tumbuh Tinggi
Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia yang dirilis, Senin (12/1/2026), mengungkapkan, penjualan eceran pada November 2025 meningkat tinggi baik secara bulanan (mtm) maupun tahunan (yoy).
Tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2025 sebesar 222,9 atau tumbuh 6,3 persen secara tahunan, lebih tinggi dibanding 4,3 persen (yoy) pada Oktober 2025.
Seluruh komoditas mencatat kinerja yang lebih baik, dengan peningkatan tertinggi tercatat pada kelompok suku cadang dan aksesoris (17,7 persen), diikuti makanan, minuman dan tembakau (8,5 persen), barang budaya dan rekreasi (8,1 persen), serta bahan bakar kendaraan bermotor (0,8 persen).
Secara bulanan (mtm), penjualan eceran November 2025 juga tumbuh lebih tinggi, mencapai 1,5 persen dibanding 0,6 persen pada Oktober 2025.
Mayoritas komoditas mencatat peningkatan, seiring peningkatan permintaan menjelang periode libur akhir tahun.
Terutama peralatan informasi dan komunikasi (5,5 persen), suku cadang dan aksesoris (4,2 persen), bahan bakar kendaraan bermotor (2,8 persen), serta makanan, minuman dan tembakau (1,2 persen).
Baca juga: Penjualan Eceran Terus Meningkat, Didorong Kenaikan Permintaan Jelang Nataru
Pada Desember 2025 penjualan eceran diprakirakan tetap tumbuh, namun secara tahunan pertumbuhannya lebih rendah, dan secara bulanan jauh lebih tinggi.
Secara tahunan IPR Desember 2025 diprakirakan mencapai 231,7 atau tumbuh 4,4 persen (yoy), lebih rendah dibanding November 2025 sebesar 6,3 persen (yoy). Ditopang ekspansi sebagian komoditas seperti suku cadang dan aksesoris, makanan, minuman dan tembakau, serta barang budaya dan rekreasi.
Sedangkan secara bulanan IPR Desember 2025 diprakirakan tumbuh 4 persen (mtm), jauh lebih tinggi dibanding November 2025 sebesar 1,5 persen. Disumbang kenaikan permintaan peralatan informasi dan komunikasi, barang budaya dan rekreasi, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta makanan, minuman dan tembakau, seiring momen libuar Natal dan Tahun Baru (Nataru).