Selasa, Januari 13, 2026
HomeBerita PropertiPenumpang KRL Jabodetabek 2025 Cetak Rekor

Penumpang KRL Jabodetabek 2025 Cetak Rekor

Kereta komuter atau Kereta Rel Listrik (KRL) makin menjadi moda transportasi andalan warga perkotaan di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan awal pekan ini, pada 2025 KRL Jabodetabek melayani 349.311.251 pengguna. Melampaui capaian sebelum pandemi yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi umum berbasis rel di Jabodetabek.

Sebagai perbandingan, pada 2016 jumlah pengguna KRL Jabodetabek baru 280.586.407 orang, sebelum meningkat pesat menjadi 315.853.991 pengguna pada 2017.

Pertumbuhan penumpang itu berlanjut pada 2018 menjadi 336.798.525 orang, dan 336.274.343 pengguna pada 2019, sebelum melorot selama pandemi Covid-19 tahun 2020-2021.

Tahun 2022 jumlah pengguna KRL itu mulai kembali pulih dengan 217.964.892 orang, kemudian meningkat menjadi 290.890.677 pengguna pada 2023, dan 328.153.923 penumpang tahun 2024.

Bukan hanya penumpangnya yang meningkat pesat, tapi juga frekuensi perjalanan hariannya. Kalau tahun 2015 baru 881 perjalanan per hari, tahun 2017 menjadi 926 perjalanan, dan 978 perjalanan pada 2019.

Sejak 2022 frekuensi perjalanan KRL Jabodetabek sudah berada di atas 1.000 perjalanan per hari, dengan 1.100 perjalanan pada 2023 dan 1.063 perjalanan tahun lalu. Angka itu menurut KAI, menunjukkan tingginya tingkat pemanfaatan layanan KRL dalam mendukung mobilitas warga urban Jabodetabek.

Baca juga: Menhub: Angkutan Perkotaan Berkembang Pesat Selama Pemerintahan Jokowi

Vice President Corporate Communication Anne Purba menyampaikan, peningkatan jumlah penumpang itu menjadi dasar KAI melakukan penguatan layanan transportasi urban.

“Pertumbuhan pengguna dan frekuensi perjalanan yang konsisten, menunjukkan peran strategis KRL dalam mendukung mobilitas masyarakat Jabodetabek. Kesiapan sarana menjadi faktor utama agar kualitas layanan dapat terus terjaga,” kata Anne melalui keterangan tertulis.

Ia menambahkan, penguatan sarana akan memperkuat ketepatan waktu perjalanan, kenyamanan pelanggan, serta keandalan operasional secara berkelanjutan.

“Dengan volume perjalanan harian yang tinggi, penguatan sarana KRL menjadi bagian penting dalam memastikan layanan transportasi massal tetap siap mendukung aktivitas masyarakat dari hari ke hari,” jelas Anne.

Komitmen negara dalam mendukung penguatan layanan transportasi urban, sudah disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru pada 4 November 2025.

Presiden menyetujui pengadaan 30 rangkaian KRL oleh KAI, sekaligus meningkatkan alokasi anggaran menjadi Rp5 triliun.

Berita Terkait

Ekonomi

Tahun Ini Pemerintah Targetkan Kunjungan Turis Asing Hingga 17,6 Juta

Pemerintah akan menggenjot sektor pariwisata, karena kontribusinya yang kian...

Diklaim Sukses Tahun 2025, Paket Stimulus Ekonomi Dilanjutkan Tahun Ini

Pemerintah melalui Kemenko Perekonomian telah merumuskan Paket Stimulus Ekonomi...

Kolaborasi bank bjb-Duluin Perluas Akses Layanan Keuangan Digital

Sinergi dan kolaborasi terus diperkuat oleh bank bjb sebagai...

Opini: Belajar Investasi dengan Disiplin Menabung, Semuanya Dimulai Kecil-kecilan

Oleh: Chairil Anwar Soleh Dokter Spesialis Anestesi, pemikir-penulis aktif, konsultan...

Berita Terkini