Selasa, Januari 20, 2026
HomeNewsEkonomiKadin Optimistis Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen

Kadin Optimistis Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar forum diskusi Global & Domestic Economic Outlook 2026 bertajuk “Mendorong Peran Swasta dalam Pertumbuhan Ekonomi: ProGrowth, Pro-Poor, Pro-Job, dan Pro-Environment” di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, pekan lalu

Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, forum ini menjadi langkah awal Kadin dalam membangun Kadin Trust Index, sebuah indeks berbasis data untuk mengukur kepercayaan dan sentimen dunia usaha.

“Kali ini kita bicara data. Ini adalah cikal bakal Kadin Trust Index. Kita mulai dengan pendataan dari industri, konsumen, hingga vendor untuk melihat bagaimana animo mereka dalam berusaha baik di sektor produksi maupun jasa,” ujar Anindya (Anin) melalui siaran pers yang dikutip Senin (19/01).

Kadin optimistis terhadap upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut tercermin dari empat prinsip utama yang diusung yakni pro-growth, pro-poor, pro-job, dan pro-environment.

Menurut Anin, prinsip pro-poor penting untuk mengangkat masyarakat dari kondisi ekonomi yang kurang baik sementara pro-job menjadi krusial mengingat tingkat pengangguran khususnya di kalangan generasi muda yang masih berada di kisaran 4,85 persen. Dari sisi pro-growth, Kadin menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,4-5,5 persen dengan prospek peningkatan di masa mendatang.

Sementara itu, pro-environment menjadi fondasi penting dalam memastikan keberlanjutan pembangunan. Anin juga menyoroti kondisi ekonomi global yang penuh tantangan dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diperkirakan berada di kisaran 3 persen. Namun, Indonesia dinilai tetap menunjukkan tingkat kepercayaan yang baik dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

“Itu menandakan kepercayaan. Apalagi ini juga kepercayaan didasarkan dengan pertumbuhan perdagangan yang terus berlanjut sampai kuartal ketiga dan keempat tahun lalu. Hal bagus lainnya arah Indonesia menuju ketahanan energi yang kuat seiring meningkatnya kebutuhan energi global termasuk untuk pengembangan pusat data dan AI,” bebernya.

Baca juga: Kadin Paparkan Agenda Internasional yang Bisa Dorong Perekonomian Indonesia

Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia Aviliani menambahkan, pentingnya perhatian terhadap ekonomi daerah yang selama ini dinilai belum banyak dikaji secara mendalam dan untuk itu perlu evaluasi terhadap kebijakan pengurangan transfer daerah karena berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi regional.

“Kami mendorong agar ke depan ada evaluasi atas pengurangan transfer daerah tapi di sisi lain pemerintah pusat juga perlu melibatkan daerah agar mereka tetap merasakan manfaat dalam proses pengambilan kebijakan,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal International Economic Association Lili Yan Ing mengatakan, tantangan utama yang dihadapi Indonesia dan kawasan ASEAN adalah meningkatkan daya tarik investasi dan Indonesia masih tertinggal dalam rasio investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) terhadap PDB yang baru mencapai 1,2 persen.

“Itu terendah di kawasan ASEAN, sebagai perbandingan Singapura mencatatkan rasio FDI terhadap PDB sebesar 27 persen, Vietnam 4,2 persen, sementara China pada masa awal pertumbuhan ekonominya berada di kisaran 6 persen. Kondisi ini menunjukkan perlunya reformasi struktural dan reformasi iklim usaha yang signifikan untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi,” pungkasnya.

Baca juga: Kadin Susun Policy Paper, Mencakup UMKM Hingga Program 3 Juta Rumah

Dari sisi pemerintah, Kementerian Keungan terus menjaga disiplin fiskal sebagai modal penting untuk keberlanjutan fiskal ke depan. Defisit APBN juga berhasil dikendalikan di bawah 3 persen sesuai amanat undangundang setelah sempat melebar hingga 6,14 persen pada 2020 akibat pandemi.

Pada 2025, defisit kembali ditekan ke level 2,92 persen dengan rasio utang terhadap PDB berada di kisaran 40 persen. Dengan disiplin fiskal yang terjaga, APBN dapat terus menjadi instrumen yang kredibel untuk mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas ekonomi.

Berita Terkait

Ekonomi

Harga Saham Bank BJB Menguat, Cerminkan Stabilitas dan Keyakinan Pasar

Memasuki awal tahun 2026, saham bank bjb menunjukkan momentum...

Airlangga: Akan Banyak Berita Baik dalam Ekonomi RI

Pemerintah terus memperkuat kebijakan perekonomian nasional untuk menjaga stabilitas,...

Berita Terkini