Bank BNI Akad KUR Perumahan untuk 500 Peserta di Singkawang
Bank BNI terus memperkuat akses hunian layak melalui partisipasi dalam Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Singkawang, Kalimantan Barat. Sebanyak 200 peserta dari Bank BNI mengikuti rangkaian sosialisasi dan akad pembiayaan termasuk Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Program kolaboratif ini merupakan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, dan sektor perbankan untuk memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.
Total ada 500 peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri atas 300 nasabah PNM dan 200 peserta dari Bank BNI, termasuk pelaku UMKM, 48 pengembang perumahan, mitra toko bangunan, serta masyarakat calon penerima manfaat.
Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, anggota DPR Lasarus, serta sejumlah pimpinan lembaga dan mitra strategis lainnya.
Baca juga: BNI Langsung Sediakan Konter KUR Perumahan Saat Sosialisasi untuk Percepat Penyaluran
Menurut Senior Executive Vice President (SEVP) Commercial & SME Bank BNI Andy Yusdiman, sektor perumahan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional karena bisa memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Sektor perumahan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan nasional. Rumah bukan sekadar tempat tinggal tetapi fondasi bagi terbentuknya keluarga yang sejahtera, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis (05/03).
Melalui program KPP dan FLPP, pemerintah menghadirkan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagai salah satu bank penyalur utama, Bank BNI berkomitmen memperkuat implementasi program melalui peningkatan pemahaman produk di jaringan kantor, perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah dan pengembang, serta kolaborasi aktif dengan Kementerian PKP.
Pada akhirnya dampak program pembiayaan perumahan tidak hanya terbatas pada kepemilikan rumah tetapi juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja dan penguatan rantai pasok sektor konstruksi serta UMKM di daerah.
Baca juga: Pembiayaan Hijau BNI untuk Transportasi Hingga Perumahan Subsidi Terus Meningkat
Bank BNI juga menghadirkan dukungan layanan digital melalui aplikasi wondr by BNI yang memudahkan nasabah dalam pembayaran cicilan, transaksi, dan pemantauan kondisi keuangan secara aman dan cepat.
“Program ini bagi kami bukan semata tentang pembiayaan melainkan tentang keadilan sosial dan pembangunan kesejahteraan melalui kepemilikan rumah yang layak. Dengan dukungan seluruh pihak kami optimistis target pembangunan tiga juta rumah dapat tercapai dan memberikan manfaat ekonomi serta sosial yang berkelanjutan,” pungkas Andy.