Dampak Konflik Timur Tengah ke Sektor Furnitur
Konflik yang terjadi di Timur Tengah khususnya antara Iran dan Israel yang didukung Amerika Serikat tentunya akan memberikan dampak langsung maupun tidak langsung kepada aktivitas perekonomian di kawasan maupun secara global.
Berbagai analisis khususnya dampak yang akan terjadi pada aktivitas bisnis di Indonesia telah dipaparkan khususnya terkait harga minyak, inflasi, hingga pasar bursa yang bergejolak. Dampak konflik ini juga dikhawatirkan akan berpengaruh pada industri furnitur.
Menurut Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur, terkait situasi terkini di Timur Tengah dampaknya masih relatif aman dan stabil di Indonesia dan terbukti dari penyelenggaraan pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 yang lancar.
“Pameran IFEX masih terus berlanjut dan tetap bisa menghadirkan pameran dengan produk-produk unggulan yang dibutuhkan. Di tengah situasi global saat ini, kemitraan yang kuat dan akses pasar yang andal menjadi semakin penting,” ujarnya saat acara pembukaan IFEX 2026 di ICE BSD pekan ini.
Baca juga: Pameran Furnitur IFEX Dibuka, Targetkan Ekspor 6 Miliar Dollar
IFEX sendiri bukan sekadar pameran tapi lebih dari itu event ini dirancang untuk menjadi sebuah platform perdagangan global yang akan menghubungkan buyers dengan produk unggulan yang dibutuhkan.
Lebih lanjut, Sobur mengatakan terus menjalin komunikasi dengan para peserta dan buyers untuk memastikan kenyamanan dan keamanan semua pihak termasuk kelanjcaran pelaksanaan acara di tengah situasi geopolitik yang tengah memanas.
“Tentu kita semua berharap situasi global saat ini segera pulih dan tatanan kondisi sosial dan ekonomi bisa kembali berjalan dengan baik sehingga peluang perdagangan tetap terbuka terlebih potensi industri furnitur kita secara global sangat besar mencapai 6 miliar dollar Amerika,” imbuhnya.
Data BPS memperlihatkan ekspor mebel memberi kontribusi 12,2 persen dari subsektor kerajinan. Pasar ekspor dunia masih memiliki peluang besar bagi pertumbuhan industri furnitur Indonesia. Data dari Allied Market Research menyatakan nilai pasar furnitur dunia akan mencapai lebih dari 840 miliar dollar pada tahun 2034.