Senin, Maret 9, 2026
HomeBankDaily Economic & Market Review Bank Mandiri: Ada Potensi Neraca Perdagangan Surplus

Daily Economic & Market Review Bank Mandiri: Ada Potensi Neraca Perdagangan Surplus

Bank Mandiri kembali merilis Daily Economic and Market Review yang melaporkan surplus neraca perdagangan pada Januari 2026 turun menjadi 95 miliar dollar Amerika. Nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 naik 3,39 persen (tahunan/yoy) menjadi 22,2 miliar dollar dibandingkan 11,64 persen pada Desember 2025.

Dikutip dari laman resmi Bank Mandiri, Sabtu (07/03), kenaikan ekspor pada Januari 2026 didorong oleh peningkatan ekspor non-migas sebesar 4,38 persen menjadi 21,3 miliar dollar sementara ekspor migas turun 15,62 persen menjadi 0,89 miliar dollar.

Komoditas ekspor utama yang mengalami peningkatan pada Januari 2026 adalah CPO sebesar 987,3 juta dollar atau naik 46,05 persen (yoy), diikuti oleh nikel sebesar 307,5 juta dollar atau naik 42,04 persen (yoy).

Sementara itu komoditas dengan penurunan terbesar adalah batu bara yang turun 11,85 persen (yoy) seiring efek penurunan harga. Pada Januari 2026, Tiongkok tetap menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai sebesar 5,3 miliar dollar atau 24,80 persen dari total ekspor.

Baca juga: Bank Mandiri: Pertumbuhan Penjualan Eceran Melambat

Di sisi lain, nilai impor pada Januari 2026 mencapai 21,2 miliar dollar atau naik 18,21 persen (yoy). Kenaikan impor tersebut didorong oleh peningkatan impor non-migas yang tercatat sebesar 18,03 miliar dollar atau naik 16,71 persen (yoy).

Kenaikan impor didorong oleh naiknya kebutuhan mesin dan perlengkapan elektrik yang naik 29,54 persen menjadi 666,3 juta dollar, diikuti oleh logam mulia dan perhiasan yang naik 152,5 persen menjadi 451,3 juta dollar dengan negara asal impor terutama Tiongkok sebesar 1.547,3 juta dollar atau 43,8 persen dari total impor.

Neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dollar, turun dari surplus pada Desember 2025 yang mencapai 2,51 miliar. Ke depan, neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2026 diperkirakan masih mencatat surplus namun dengan ruang surplus yang lebih sempit dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Kinerja Bisnis Solid, Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp9,3 Triliun

Sementara pertumbuhan ekspor cenderung moderat akibat perlambatan permintaan global dan aktivitas impor berpotensi meningkat lebih kuat didorong oleh kebutuhan bahan baku industri, komitmen perdagangan bilateral, serta potensi kenaikan harga energi global.

Berita Terkait

Ekonomi

Emas Fisik Langka, Bisa Nabung di Pegadaian

Beberapa waktu terakhir, logam mulia emas semakin sulit ditemukan...

Setahun Kegiatan Usaha Bullion, Pegadaian Kelola 147,8 Ton Emas, BSI 22,5 Ton

Pemerintah bersama pemangku kepentingan dalam ekosistem bullion, memperingati satu...

Berita Terkini