Kian Merosot Ekspektasi Konsumen Terhadap Prospek Ekonomi, Kendati Masih Optimis
Survei Konsumen Bank Indonesia yang dirilis, Jumat (10/4/2026), mengungkapkan, pada Maret 2026 keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap berada di zona optimis (indeks >100) kendati terus merosot.
Tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 sebesar 122,9, menurun signifikan dibanding IKK Februari sebesar 125,2 dan Januari 2026 sebesar 127.
Survei BI tidak menjelaskan penyebab kian merosotnya keyakinan konsumen tersebut. Yang jelas Maret adalah bulan berkecamuknya perang AS-Israel dengan Iran, yang membuat harga minyak dunia melambung dan mengancam ekonomi banyak negara termasuk Indonesia.
Penyumbang utama penurunan IKK Maret 2026, adalah penurunan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan. Tergambar dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Maret 2026 sebesar 130,4, melorot dibanding 134,4 pada Februari dan 138,8 pada Januari.
Sementara persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini relatif stabil. Tercemin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Maret 2026 sebesar 115,4, hanya menurun tipis dibanding Februari sebesar 115,9 tetap masih lebih tinggi dari Januari sebesar 115,1.
Dari 5 kelompok pengeluaran, hanya kaum bawah (pengeluaran Rp1-2 juta) dan menengah atas (pengeluaran Rp4,1-5 juta) yang sedikit naik optimisme atau IKK-nya pada Maret 2026. Masing-masing dari 113,3 (Februari) menjadi 114,7 (Maret) dan dari 125,5 (Februari) menjadi 125,7 (Maret).
Baca juga: Februari Keyakinan Konsumen Menurun, Dipengaruhi Ekspektasi Terhadap Prospek Ekonomi ke Depan
Sedangkan 3 kelompok lain menurun optimisme atau IKK-nya. Penurunan paling tajam terjadi pada kaum atas (pengeluaran >Rp5 juta) dari 129,2 menjadi 124,4. Diikuti kaum menengah (pengeluaran Rp3,1-4 juta) dari 122,6 menjadi 119,7, dan kaum menengah bawah (pengeluaran Rp2,1-3 juta) dari 120,7 menjadi 118,8.
Berdasarkan kelompok usia, hanya responden berusia >60 tahun yang sedikit naik optimisme atau IKK-nya. Sedangkan 4 kelompok usia lain (20-30 tahun, 31-40 tahun, 41-50 tahun, dan 51-60 tahun) menurun optimismenya.
Secara spasial, menurut survei BI itu, penurunan IKK terjadi di sebagian besar kota yang
disurvei. Terutama di Pontianak, Surabaya, dan Padang. Sementara peningkatan IKK terbesar tercatat di Bandung, Bandar Lampung, dan Samarinda.