Selasa, Mei 26, 2026
HomeBankBank Muamalat Catat Pertumbuhan Laba 47,5 Persen, Akan Fokus Pada Segmen Ritel

Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Laba 47,5 Persen, Akan Fokus Pada Segmen Ritel

Bank Muamalat mencatatkan pertumbuhan laba sebelum pajak (profit before tax) yang meningkat sebesar 47,5 persen secara year on year (yoy). Dalam laporan keuangan yang diaudit tahun 2025, laba sebelum pajak pionir bank syariah di Indonesia ini tercatat sebesar Rp30,1 miliar per 31 Desember 2025.

Menurut Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono, total pembiayaan Bank Muamalat mencapai Rp18,5 triliun per Desember 2025, meningkat 10,1 persne (yoy) dengan pembiayaan bagi hasil mudharabah tumbuh 42,9 persen dari Rp379,9 miliar per Desember 2024 menjadi Rp543,1 miliar pada akhir Desember 2025.

“Konsolidasi bisnis yang kami lakukan telah menunjukkan hasil positif. Sejumlah indikator utama sepanjang tahun 2025 lalu berhasil kami jaga untuk tumbuh positif di antaranya aset, pembiayaan, dan dana pihak ketiga (DPK),” ujarnya melalui siaran pers yang diterbitkan Selasa (07/04).

Bank Muamalat mencatat pertumbuhan DPK yang solid sebesar Rp45,5 triliun atau meningkat 9 persen. Adapun total aset ikut naik mencapai 3,8 persen menjadi Rp62,3 triliun. Solidnya permodalan juga tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesr 26,37 persen. Angka tersebut jauh dari ketentuan batas minimum yang ditetapkan regulator.

Saat ini Bank Muamalat kian fokus menggarap segmen ritel konsumer dengan produk unggulan seperti Solusi Emas Hijrah dan UMKM yang mencatat kenaikan siginifikan. Produk pembiayaan emas melonjak 33 kali lipat yoy dengan pertumbuhan mencapai Rp1,1 triliun. Jumlah rekening nasabah (number of account) juga meningkat tajam lebih dari 1.200 persen.

“Kenaikan yang signifikan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap produk Solusi Emas Hijrah. Dengan tren yang positif ini kami optimistis pencapaiannya akan terus berlanjut di tahun 2026 seiring masih besarnya minat dan literasi masyarakat terhadap investasi emas,” bebernya.

Baca juga: KPR Bank Muamalat Ditargetkan Tumbuh 5 Kali Lipat Tahun Ini

Dari aspek customer experience, Bank Muamalat terus melakukan optimalisasi jaringan kantor yang dimiliki. Per 31 Desember 2025, Bank Muamalat memiliki 80 Kantor Cabang Utama termasuk 1 Kantor Cabang di Kuala Lumpur, Malaysia, dan 144 Kantor Cabang Pembantu.

Selain layanan tatap muka di kantor cabang, Bank Muamalat juga terus mengandalkan kanal digital sebagai bagian dari strategi peningkatan kenyamanan dan relevansi nasabah. Berbagai layanan dan informasi perbankan syariah dapat diakses melalui mobile banking Muamalat DIN, internet banking, cash management system Madina, serta jaringan ATM yang tersebar di berbagai daerah.

Jumlah pengguna Muamalat DIN juga terus meningkat dan hingga kini mencapai 600 ribu pengguna yang tumbuh lebih dari 6 persen dengan jumlah transaksi meningkat lebih dari 11 persen. Kombinasi layanan fisik dan digital ini bisa mendukung kebutuhan transaksi nasabah yang semakin beragam serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis syariah.

“Secara bertahap kami juga mulai mengarahkan kinerja yang tidak hanya bertumpu pada indikator finansial tetapi juga pada key performance indicator (KPI) berbasis maqasid syariah. Implementasinya antara lain melalui integrasi layanan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) dalam aplikasi Muamalat DIN,” pungkas Imam.

Berita Terkait

Ekonomi

Pakar UGM: Narasi Optimis Pemerintah Tidak Sesuai dengan Realitas

Terdapat jarak yang makin lebar antara narasi optimis pemerintah...

Menkeu: Supaya Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen, Cukupi Likuiditas Perbankan

Pemerintah menyiapkan dua mesin pertumbuhan dengan menggabungkan kekuatan belanja...

Kebijakan WFH Sehari dalam Seminggu Berlanjut Juni-Juli

Pemerintah masih mempersiapkan sejumlah regulasi lintas kementerian/lembaga, terkait kebijakan...

Prabowo Targetkan Ekonomi 2027 Tumbuh Hingga 6,5 Persen

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan...

Berita Terkini