Rata-rata Pengguna MRT Capai 150 Ribuan per Hari, Tengok Dampaknya untuk Perkotaan
Angka keterangkutan MRT Jakarta pada bulan Maret 2026 mencapai 117.379 pelanggan per hari dari target 112.613 pelanggan. Pada hari kerja Senin-Jumat (weekdays), angka keterangkutan mencapai 156.868 pelanggan dari target 154.470 pelanggan. Sementara pada akhirpekan rata-rata mencapai 69.428 pelanggan dari target 61.788 pelanggan.
Total MRT Jakarta digunakan mencapai 3.638.751 pelanggan sepanjang bulan Maret 2026. PT MRT Jakarta (Perseroda) juga mencatat stasiun dengan jumlah pelanggan tertinggi yaitu di Stasiun Dukuh Atas BNI dengan 649.980 pelanggan. Stasiun Blok M BCA dengan 463.548 pelanggan di urutan kedua, dan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta dengan 400.203 pelanggan di urutan ketiga, Stasiun Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia dengan 370.972 di urutan keempat, dan Stasiun Bendungan Hilir di urutan kelima dengan 268.974 pelanggan.
Dikutip dari laman resminya Jumat (10/04), kelima stasiun tersebut merupakan stasiun yang terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya serta bangunan di sekitarnya. Selain integrasi, tingginya penggunaan stasiun tersebut juga dipengaruhi oleh transit mitra feeder maupun program gaya hidup dan event.
MRT Jakarta juga mencatatkan relasi Stasiun Dukuh Atas BNI ke Stasiun Blok M BCA sebagai perjalanan favorit tertinggi dengan 4,37 persen dari total perjalanan. Relasi favorit tersebut menunjukkan bahwa Dukuh Atas yang telah tumbuh sebagai kawasan transit integrasi antarmoda dari luar Jakarta menuju kawasan Blok M yang tumbuh sebagai pusat kegiatan masyarakat perkotaan.
Baca juga: 7 Tahun MRT Angkut 192 Juta Penumpang
Konsistensi angka keterangkutan saat hari kerja di atas 150-160 ribu pelanggan per hari menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat menggunakan transportasi publik saat weekdays.
Untuk menaikkan angka keterangkutan, MRT Jakarta bekerja sama dengan berbagai pihak terutama dari industri wisata seperti sektor kuliner, aktivitas, hingga pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, hingga promo tiket di sejumlah tempat wisata.
Kerja kolaborasi dengan sejumlah operator transportasi publik pengumpan (feeder) juga mendorong peningkatan angka keterangkutan. Lebih jauh lagi, moda pengumpan ini juga mengangkut dari kawasan hunian langsung menuju stasiun terdekat.
Kehadiran angkutan pengumpan ini akan berdampak tidak saja terhadap kenaikan angka keterangkutan, namun juga mendorong kebudayaan menggunakan platform berbagi kendaraan (ride sharing). Secara angka, operator pengumpan ini menyumbang sekitar 25 persen angka keterangkutan dari total ridership MRT Jakarta.
Terhitung sejak Mei 2023, waktu operasional ratangga dan stasiun saat akhir pekan yang biasanya mulai pukul 6 dan berakhir pada pukul 24.00, menjadi pukul 5 hingga 24.00 sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas masyarakat pada akhir pekan di sepanjang jalur MRT Jakarta.
Baca juga: Hari MRT 2026: Melaju Menyatukan Masa Depan Kota
Penambahan jam operasional pun dilakukan saat penyelenggaraan event dengan massa yang besar di sepanjang jalur MRT Jakarta seperti festival seni budaya atau perayaan pergantian tahun baru.
Sebagai bagian dari inovasi dan mengikuti tren digital oleh masyarakat, pengguna jasa MRT Jakarta dapat menggunakan aplikasi MRT Jakarta di ponsel pintar untuk membeli tiket perjalanan, menggunakan poin penggunaan untuk ditukar dengan berbagai promo, bahkan menonton film dan bermain gim ponsel. Seluruh fitur gaya hidup ini bertujuan untuk memberikan pengalaman penuh kepada pelanggan saat menggunakan layanan MRT Jakarta.