BP Tapera Ajak Kawasan Industri Sediakan Hunian Bagi Pekerjanya. Cicilan KPR Hanya Rp700 Ribu Per Bulan
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengajak pengelola kawasan industri berkolaborasi, mendorong penyediaan hunian bagi para pekerja berbagai perusahaan yang ada di kawasan.
Ajakan tersebur dikemukakan Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma, dalam diskusi ATTEC Global Investment Forum di Jakarta akhir pekan lalu.
ATTEC Global Investment Forum merupakan rangkaian kegiatan Jakarta International Investment, Trade, Tourism, and SMEs Expo (JITEX) 2026.
Kegiatan yang dihadiri Menteri Perdagangan Budi Santoso itu, diselenggarakan Asian Trade, Tourism and Economics Council (ATTEC) bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).
Ketua Umum ATTEC Budihardjo Iduansjah menyampaikan, penguatan investasi perlu didukung dengan ekosistem yang lengkap, termasuk pemenuhan kebutuhan hunian bagi para pekerja.
“Investasi di kawasan ekonomi dan industri tidak hanya butuh pembangunan pabrik dan infrastruktur, tapi juga dukungan sumber daya manusia (SDM) serta fasilitas pendukungnya, termasuk penyediaan rumah,” kata Budihardjo dikutip dari keterangan BP Tapera.
Baca juga: Realisasi Baru 38 Persen, Tapera dan Kementerian PKP Kian Gencar Sosialisasi FLPP
Hal senada diutarakan Sid Herdi Kusuma. Ia menjelaskan, perkembangan kawasan industri akan diikuti dengan peningkatan kebutuhan rumah bagi para pekerja perusahaan di dalamnya.
“Setiap kawasan industri butuh SDM yang mumpuni. Untuk itu perlu dukungan kesejahteraan, salah satunya pemilikan rumah. BP Tapera hadir membantu masyarakat, termasuk pekerja di kawasan industri, agar mudah memiliki rumah,” katanya. memiliki akses terhadap hunian yang layak.
Sid Herdi Kusuma mengungkapkan, selama ini penerima manfaat KPR subsidi banyak berasal dari kalangan buruh yang bekerja di kawasan industri. Karena itu, BP Tapera membuka peluang kolaborasi dengan pengelola kawasan industri untuk merancang pengadaan perumahan pekerja di kawasannya secara lebih berkelanjutan.
Penyaluran pembiayaan pemilikan rumah (KPR) subsidi oleh BP Tapera saat ini, didukung 43 bank. Tahun ini hingga pertengahan September, realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP telah mencapai 153.161 unit rumah dengan nilai pembiayaan sekitar Rp19,1 triliun.
“KPR subsidi memiliki banyak kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Antara lain uang muka hanya 1 persen, bunga tetap 5 persen per tahun selama tenor kredit, dan bantuan uang muka Rp4 juta,” terang Sid Herdi.
Baca juga: Realisasi FLPP Baru 131.000 Unit, Tapera Gencarkan Sosialisasi Termasuk Gelar Bazaar
Kalau sebelumnya tenor kredit maksimal 20 tahun, sekarang bisa sampai 40 tahun sehingga cicilannya lebih ringan. “Sekarang dengan 700 ribu rupiah per bulan, MBR sudah dapat memiliki dan menghuni rumah layak huni,” ujarnya.
Selain untuk rumah tapak, BP Tapera turut mengembangkan skema KPR rusun subsidi bagi pekerja yang ingin tinggal lebih dekat dengan lokasi kerja di kawasan perkotaan.