Agustus-September Penjualan Eceran Meningkat
Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia Agustus 2026 yang dirilis, Jumat (9/10/2026), mengindikasikan peningkatan kinerja penjualan eceran.
Secara tahunan (yoy), Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 tercatat sebesar 226,5 atau tumbuh 1,3 persen (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 1,1 persen (yoy).
Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (indeks 323,5; tumbuh 2,6 persen (yoy)), menjadi pendorong utama pertumbuhan penjualan eceran pada periode laporan.
Kelompok Suku Cadang dan Aksesori (indeks 141,5) tetap tumbuh sebesar 3,9 persen (yoy), meskipun melambat dari periode sebelumnya.
Secara bulanan (mtm) kinerja penjualan eceran pada Agustus 2026 juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,8 persen (mtm), meningkat dari bulan sebelumnya yang terkontraksi (minus) 0,1 perseb (mtm).
Menurut BI, kinerja penjualan eceran pada Agustus 2026 masih ditopang oleh Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, dan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, yang masing-masing tumbuh sebesar 3,8 persen (mtm) dan 1,7 persen (mtm).
“Peningkatan secara bulanan pada Agustus 2026, seiring dengan terjaganya permintaan pada periode Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” tulis laporan BI.
Baca juga: Penjualan Eceran Juli Meningkat Signifikan, Tapi Agustus Diprediksi Mengendur
Pada September 2026, BI memperkirakan IPR juga meningkat secara tahunan dengan indeks 221,3, atau tumbuh 1,4 persem (yoy).
Kinerja penjualan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan pada Kelompok Barang Lainnya (indeks 85,5; tumbuh 7,8 persen (yoy)), Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya (indeks 85,4; tumbuh 1,0 persen (yoy)), serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi (indeks 60,2; tumbuh 1,8 persen (yoy)).
Di sisi lain, beberapa kelompok mengalami perbaikan kinerja meskipun masih dalam fase kontraksi, terutama pada Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi (indeks 67,3; terkontraksi atau minus 6,8 persen (yoy)), serta Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (indeks 113,3; terkontraksi 3,6 persen (yoy)).
Sementara secara bulanan kinerja penjualan eceran pada September 2026 diprakirakan terkontraksi (minus) cukup dalam sebesar 2,3 persen (mtm), dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 0,8 persen (mtm).
Penurunan kinerja penjualan bulanan itu, terutama bersumber dari Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, yang masing-masing terkontraksi 3,2 persen (mtm) dan 3,0 persen (mtm).
Di sisi lain, Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi (5,9 persen (mtm)), Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya (2,9 persen (mtm)), dan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori (1,2 persen (mtm)), diprakirakan meningkat dan menahan penurunan kinerja penjualan yang lebih dalam secara bulanan pada September 2026.
Secara spasial, kinerja penjualan eceran Agustus 2026 diindikasikan meningkat di mayoritas kota cakupan survei, baik secara tahunan maupun bulanan.
Baca juga: Bank Mandiri: Penjualan Eceran Tetap Akan Meningkat, Ditopang Liburan dan Belanja
Pada September 2026, pertumbuhan penjualan diprakirakan terjadi di mayoritas kota cakupan survei secara tahunan. Sedangkan secara bulanan penjualan di mayoritas kota diprakirakan terkontraksi, khususnya di Bandung dan Manado yang masing-masing terkontraksi 5,9 persen (mtm) dan 4,3 persen (mtm).
Responden memprakirakan penjualan eceran pada November 2026 meningkat, namun pada Februari 2027 menurun. Tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) November yang mengalami peningkatan menjadi 148,2, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar 143,9.
Di sisi lain, IEP Februari 2027 tercatat turun menjadi 143,8, lebih rendah dibandingkan periode Januari 2027 yang tercatat sebesar 158,0.