Kamis, Oktober 15, 2026
HomeBankTabungan Emas Bank Mandiri Kian Lengkap, Setoran Awal Mulai Rp50 Ribu

Tabungan Emas Bank Mandiri Kian Lengkap, Setoran Awal Mulai Rp50 Ribu

Emas merupakan salah satu instrumen yang diminati untuk investasi oleh sebagian masyarakat. Tren kepemilikan emas yang terus menunjukkan perkembangan positif terefleksi dari laporan Gold Demand Trends Q2 2026-Wordl Gold Council (WGC), yang menunjukan permintaan emas batangan dan koin di Indonesia melonjak 40 persen secara tahunan (yoy) menjadi 15 ton.

Perkembangan tersebut menunjukkan kian besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses kepemilikan emas yang mudah, fleksibel, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Untuk itu Bank Mandiri menghadirkan layanan emas (bulion) yang terintegrasi di dalam super app Livin’ by Mandiri. Layanan ini hadir seiring dengan diperolehnya lisensi bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menjadikan Bank Mandiri sebagai bank konvensional pertama di Indonesia dengan lisensi bulion.

Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong dan memperkuat ekosistem bulion di Indonesia sebagaimana tercantum dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP2I) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui layanan yang terintegrasi di Livin’ by Mandiri, pengguna kini dapat membuka tabungan emas, melakukan transaksi beli dan jual, mencicil, menitipkan, hingga menarik emas fisik secara real-time 24 jam penuh tanpa harus berpindah aplikasi.

Menurut Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari, pengembangan layanan ini dirancang sebagai solusi perlindungan nilai dan akumulasi kekayaan yang aman serta mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui layanan emas di Livin’ by Mandiri, setiap nasabah kini dapat mengakses investasi emas dengan lebih mudah dan terintegrasi secara digital.

“Emas terbukti tetap menjadi instrumen investasi yang diminati di tengah dinamika ekonomi global. Melalui layanan emas di Livin’ by Mandiri, kami tidak sekadar menyediakan etalase jual-beli emas digital. Kami menghadirkan solusi finansial end-to-end yang memberi kendali penuh bagi nasabah untuk merencanakan, mengelola, hingga mencairkan emas sesuai siklus kebutuhan hidup mereka, cukup dari satu genggaman,” ujarnya melalui keterangan resmi Kamis (15/10).

Baca juga: Bank Muamalat Bagi Tips Capai 3 Impian: Berangkat Haji, Aset Emas, Punya Rumah

Sebagai wujud perluasan akses layanan finansial, ekosistem bulion mengusung fleksibilitas yang maksimal. Melalui Tabungan Emas, nasabah dapat memiliki rekening emas untuk beberapa pilihan merek terkemuka seperti Antam Logam Mulia dan HRTA Gold Emasku, dengan setoran awal mulai dari 0,02 gram atau sekitar Rp50.000.

Pembelian selanjutnya dapat dilakukan mulai dari 0,005 gram atau sekitar Rp10.000, dengan kemudahan transaksi beli dan jual emas secara real-time sekaligus memantau pergerakan harga langsung di dalam aplikasi.

Untuk memfasilitasi nasabah yang ingin mengakselerasi kepemilikan aset di depan, Bank Mandiri menghadirkan fasilitas pembiayaan KSM Emas (Kredit Serbaguna Mandiri Emas) berupa pembelian emas dengan mekanisme cicilan.

Inovasi pembiayaan ini memberikan keunggulan berupa skema bunga ringan, cicilan bersaing dan saat lunas dapat langsung menjadi saldo Tabungan Emas yang dapat ditransaksikan (jual, beli dan ambil fisik).

Lewat fitur ini, harga emas secara otomatis terkunci (price lock) pada saat pengajuan sehingga membebaskan nasabah dari risiko kenaikan harga di masa depan dan rencana kepemilikan emas menjadi lebih terukur dan ringan.

Bank Mandiri melengkapi ekosistemnya dengan fitur Ambil Emas. Saldo tabungan emas digital nasabah dapat dikonversi dan dicetak menjadi logam mulia batangan.

Keunggulan utamanya, pengambilan fisik dapat dilakukan secara mandiri dan praktis melalui mesin inovatif ATM Emas Bank Mandiri maupun melalui jaringan kantor cabang dengan pilihan mereka sesuai dengan jenis tabungan Nasabah.

Baca juga: Setahun Kegiatan Usaha Bullion, Pegadaian Kelola 147,8 Ton Emas, BSI 22,5 Ton

Fleksibilitas ini membuat nasabah tidak perlu ragu untuk mulai menabung emas di Livin’ karena pilihan untuk mengambil emas dalam bentuk fisik selalu tersedia.

Untuk melakukan pengambilan fisik Tabungan Emas melalui ATM Emas, nasabah cukup membuka menu “Ambil Emas” di aplikasi Livin’ by Mandiri, lalu memilih opsi pengambilan di ATM dan memindai kode QR pada mesin Mandiri ATM Emas. Selanjutnya, nasabah dapat mengikuti instruksi pada layar mesin untuk memilih pecahan emas, memasukkan kode verifikasi, dan mengambil emas fisik beserta struk transaksi.

Kehadiran berbagai layanan tersebut semakin memperkuat peran Livin’ by Mandiri sebagai platform yang mengintegrasikan beragam kebutuhan finansial nasabah dalam satu aplikasi. Hingga Agustus 2026, jumlah pengguna terdaftar Livin’ by Mandiri telah mencapai 42,1 juta pengguna.

Baca juga: Emas Warga RI di Bawah Bantal 1.800 Ton, BSI dan Pegadaian Diminta Menariknya ke Bank Emas

Bank Mandiri juga menyiapkan sejumlah inovasi lanjutan untuk terus menyempurnakan ekosistem layanan ini. Sejumlah layanan yang disiapkan antara lain fitur Multiguna Emas untuk pengajuan pinjaman tunai dengan agunan emas, Autodebet Emas guna memfasilitasi strategi investasi rutin yang disiplin, hingga fitur Transfer Emas antar sesama pengguna Livin’.

“Transformasi layanan Bulion ini merupakan lompatan inovasi nyata dari Livin’ by Mandiri. Kami tidak sekadar berinovasi pada kelancaran transaksi, tetapi juga meredefinisi cara nasabah membangun dan melindungi kekayaan jangka panjang mereka, sejalan dengan semangat perusahaan untuk terus Tumbuh Bersama, Majukan Indonesia,” pungkas Saptari.

Berita Terkait

Ekonomi

Otorita IKN Teken Perjanjian dengan Dunia Usaha Senilai Triliunan

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menandatangani Perjanjian Kerja Sama...

MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Sport Tourism

Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika 2026)...

Konsumen Makin Banyak Belanja, Tabungan Kian Berkurang

Survei Konsumen Bank Indonesia yang dilansir pekan ini mengungkapkan,...

Menkeu: Penerimaan Negara On Track, Tapi Harus Ditingkatkan untuk Menutup Subsidi BBM

Hingga 30 September 2026 realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.341,5...

Berita Terkini