Senin, April 6, 2026
HomeBerita PropertiDesain Rumah Praktis dan Efisien

Desain Rumah Praktis dan Efisien

Desain Rumah Praktis dan Efisien

Jumlah penduduk di perkotaan yang makin banyak membuat lahan untuk permukiman makin menyempit. Sementara mobilitas hidup yang kian tinggi, membuat waktu di rumah hanya sedikit. Karena itu rumah berukuran besar dengan desain njelimet sebenarnya tidak rasional lagi. Landed house berukuran kecil dengan desain serba kompak dan praktis adalah jawaban paling pas untuk situasi di atas.

Perabot customize untuk optimalisasi ruang
Perabot customize untuk optimalisasi ruang

Optimalisasi ruang

Caranya, pertama-tama cermati pemanfaatan ruang di rumah, apakah sudah cukup maksimal atau belum? Pemilihan furnitur yang dipesan khusus (customized) sesuai dimensi ruang, dan ditanam (built in) atau multifungsi sangat membantu optimalisasi ruang ketimbang membeli loose furniture (furnitur lepas/satuan). Di kamar tidur dengan ruang terbatas, tak perlu menempatkan ranjang besar tapi cukup sofa bed atau sofa yang memiliki fungsi ganda, yang bisa dilipat menjadi sofa biasa atau dibentangkan menjadi tempat tidur. Di kiri dan kanan bisa diletakkan nakas kecil untuk meletakkan lampu baca. “Kaum urban berpendidikan tinggi masa kini agak jarang menaruh TV di kamar. Mereka lebih senang membaca koran dan buku,” ujar Iwan Sastrawiguna, desainer interior lulusan University of San Fransisco (USA). Bila luas rumah di bawah 100 m2, biasanya kendalanya terletak pada tata letak ruang. Ukurannya yang kecil masih harus dibagi lagi menjadi area publik dan area privat. Untuk mengatasinya, ia menyarankan meletakkan partisi. Misalnya, di antara ruang tamu dan ruang keluarga. Bentuk yang paling efisien adalah partisi yang ditanam agar pas dengan kebutuhan ruang. Desainnya tidak perlu massif, tapi ada bagian yang terbuka berupa glass open shelf (rak kaca terbuka) untuk meletakkan benda-benda koleksi atau foto. “Biarkan angin dan cahaya masuk dari celahnya sehingga ruangan tidak gelap,” ujarnya. Ruang tamu juga tak perlu besar. Untuk itu siasati dengan memesan sofa berbentuk ‘L’ yang diletakkan menempel ke dinding. Pertajam kesan lapang dan ringan pada ruang dengan sapuan warna-warna earth tone seperti coklat muda, krem, atau warna-warna pastel. Iwan mengatakan, memakai warna gelap pada ruang kecil akan membuat kesan ruang menekan.

Berita Terkait

Ekonomi

Kepala BPS Bilang Backlog Perumahan 13 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan,...

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik...

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Berita Terkini