Wajah Kampung Deret Setelah Diresmikan Jokowi
Salah satu program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menata kawasan kumuh adalah revitalisasi kampung kumuh menjadi kampung deret. Sejak tahun lalu sudah dibangun kampung deret di 26 lokasi menyusul 70 lokasi lagi di tahun ini. Kemarin, 3 April 2014, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Kampung Deret Petogogan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kampung Deret Petogogan mulai dibangun sejak November 2013. Jumlah rumahnya sebanyak 136 unit, tersebar di empat RT di wilayah RW 05. Sebelum terkena program kampung deret wilayah ini merupakan kampung kumuh. Bangunan rumahnya umumnya menggunakan material seadanya seperti papan, triplek, atau seng sehingga mudah terbakar.
Dengan dijadikan kampung deret semua tampilan dan ukuran rumahnya menjadi sama, lebar kavelingnya 3×6 meter dengan luas bangunan 36 m2. Bangunannya dua lantai, masing-masing lantai luasnya 18 m2. Rumah dibangun dengan sistem rumah instan sederhana sehat (Risha) yang dikembangkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan budget Rp1,5 juta/m2.
Kendati sudah diresmikan baru beberapa rumah yang bisa langsung dihuni. Sebagian besar masih dalam tahap finishing sehingga belum semua unit menerima aliran listrik dan air dari PDAM. Bukan hanya meremajakan bangunan, program kampung deret juga menata infrastruktur kawasan agar lebih layak huni. Misalnya saluran, septic tank, sarana pemadam api (hydrant), hingga keberadaan taman seluas 100 m2 lengkap dengan sarana bermain untuk anak.
“Peremajaan kampung kumuh menjadi kampung deret dibarengi dengan penyediaan sarana umum seperti penerangan jalan dan penghijauan di seluruh kawasan,” kata Jokowi saat acara peresmian kemarin. Yudis
