Warga Kampung Deret Senang Huniannya Lebih Tertata
Hari Kamis (3/4) yang lalu menjadi hari bahagia bagi sebagian besar warga RW 05 Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mulai hari itu warga masyarakat bisa menikmati hunian yang lebih nyaman dan manusiawi setelah Gubernur Joko Widodo (Jokowi) meresmikan kampung deret yang menjadi tempat tinggal baru mereka. Mereka sebelumnya selama berpuluh tahun hidup di kampung kumuh di dalam rumah tidak layak huni. Sejak November tahun lalu oleh Pemprov DKI Jakarta kampung kumuh tersebut direvitalisasi dan diresmikan pemakaiannya dua hari lalu.
Beberapa warga yang menempati kampung deret mengaku senang karena rumahnya menjadi lebih nyaman dan manusiawi. Lilis, warga RT 08/05, buru-buru menempati rumahnya meskipun belum siap 100 persen. Menurut Lilis rumah sementara yang dikontrak selama rumahnya direnovasi di Jl Deltasari, Radio Dalam, sudah habis masa kontraknya.
Khusus di blok Lilis, aliran listrik dan air belum tersambung, bahkan pintu rumahnya juga belum terpasang. “Kita memang disuruh segera menempati karena mau diresmikan Pak Jokowi. Kebetulan juga kontrakan di Radio Dalam sudah habis, jadi terpaksa pindah ke sini walaupun masih finishing,” katanya.
Lilis mengaku rumahnya saat ini menjadi terasa lebih adem. Saat ini ibu satu anak ini bisa tidur lebih nyaman. Lilis tinggal di kampong deret bersama suami, anak, adik, dan kedua orang tua. “Kalau tidur orang tua di bawah yang muda-muda di atas,” kata Darwi, sang ibunda.
Yanti, warga RT 10/05, lebih beruntung. Rumahnya sudah dialiri listrik dan air sampai sekarang belum ditinggali karena menunggu kontrakannya di Jl Pulo Raya habis tanggal 10 April. “Sekalian beres-beres di sini, ngatur tempat untuk masak, soalnya nggak boleh masak di depan jadi harus di dalam rumah,” ujarnya.
Kendati bangunan rumahnya belum semuanya siap 100 persen tapi secara umum sudah dapat dihuni. Di dalam rumah sudah sudah dipasangkan enam titik lampu. Hanya bagian dalam rumah dibiarkan apa adanya, tidak diaci dan lantai atas rumah juga tidak ditutup dengan keramik. Instalasi kabel juga tidak ditanam ke dalam tembok tapi diekspos di langit-langit dan dinding.
Lilis dan Yanti mengaku senang program revitalisasi kampung deret dari Pemprov. “Kalau kita renovasi sendiri malah nggak bisa, ini dibenerin gratis, gimana nggak senang,” ujar Lilis. Selain rumahnya disiapkan, legalitasnya juga diurus oleh Pemprov. Tiap rumah akan mendapatkan sertifikat yang saat ini masih dalam tahap pengurusan dengan dikoordinir oleh Ketua RW. Yudis
