Selasa, Februari 3, 2026
HomeApartmentCiputra Kembangkan Superblok di Jakarta Barat

Ciputra Kembangkan Superblok di Jakarta Barat

Ciputra Group terus meluncurkan proyek-proyek baru prestisius. Proyek terbarunya adalah Ciputra Internasional, proyek superblok (mixed use) yang dikembangkan di Jl Lingkar Luar Barat, Jakarta Barat, Cengkareng. Superblok seluas 7,4 ha yang digarap bersama Trisula Group itu di dalamnya mencakup enam tower perkantoran, tiga menara apartemen, dan satu menara hotel bintang lima. Untuk mengembangkan proyek ini kedua membentuk perusahaan konsorsium PT Ciputra Puri Trisula.

Ciputra International dirancang dalam tiga tahap pengembangan. Tahap pertama dibangun dua menara perkantoran dan satu apartemen dengan investasi Rp1,5 triliun. “Total investasinya untuk 10 tower sekitar Rp5 triliun yang akan kita kerjakan dalam 7-8 tahun,” ujar Candra Ciputra, CEO Ciputra Group, pada acara peluncuran Ciputra International di Jakarta, Rabu (3/9).

Acara peluncuran  Ciputra International
Acara peluncuran Ciputra International

Chandra mengatakan, sejak jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR W2) Ulujami-Kebon Jeruk beroperasi perkembangan properti di Jakarta Barat semakin pesat. JORR W2 tersambung dengan tol Penjaringan – Bandara. Karena itu kawasan ini termasuk Jakarta Utara dan kawasan sekitar Bandara Soekarno Hatta kini semakin mudah diakses dari Jakarta Selatan. Chandra optimis dengan akses yang semakin baik itu prospek proyeknya cukup menjanjikan.

Ia menyebutkan semua kota besar di dunia perkembangan kotanya bergerak ke arah bandara. Karena itu pihaknya tidak ragu mengembangkan beberapa gedung perkantoran. Selain untuk menangkap tren berkantor di dekat bandara di kawasan ini suplai ruang perkantoran masih terbatas. “Di sini yang banyak ruko, makanya kita buat office yang lebih terjangkau agar yang di ruko mau pindah di office tower,” imbuhnya.

Kendati baru akan diluncurkan resmi pekan depan respon pasar cukup bagus. Menurut Artadinata Djangkar, Direktur Ciputra Group, sejumlah konsumen sudah menyatakan minatnya untuk membeli apartemen. Tower pertama terdiri atas 412 unit mencakup tipe studio (27 m2) hingga tipe 3+1 kamar (120 m2). “Harganya Rp23 juta/m2, kami optimis dalam satu bulan seluruh unit apartemen akan terjual,” katanya. Sementara untuk office dijual seharga Rp25 juta/m2 yang akan ditawarkan dua minggu dari sekarang. Rencananya pelatakan batu pertama (groundbreaking) akan dilakukan Oktober 2014. Menurut Artadinata, apartemen yang ditawarkan bisa menjadi alternatif mereka yang ingin tinggal di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat, tapi dananya belum mencukupi. “Saat ini harga rumah tapak di Puri Indah sudah di atas Rp3 miliar, “ katanya. Yudis

Berita Terkait

Ekonomi

Desember 2025 Neraca Dagang Indonesia Tetap Surplus Kendati Sedikit Menurun

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Senin (2/2/2026), ekspor Indonesia...

Perkuat Jaringan Pembayaran Lintas Negara, BI Bergabung dalam Proyek Nexus

Demi memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara, Bank Indonesia...

Inflasi Januari Meningkat Tinggi, di Atas Kisaran Sasaran 2,5±1 Persen

Badab Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Senin (2/2/2026), berdasarkan pemantauan...

Berita Terkini