Rabu, Maret 4, 2026
HomeTipsInstalasi Listrik yang Aman

Instalasi Listrik yang Aman

Membagi Arus

Arus listrik di rumah perlu dibagi, lebih- lebih di rumah dengan daya besar. Caranya, dengan menyiapkan box hager sebagai pembagi arus (grouping). Ada grouping untuk lampu, stop kontak, pompa air, AC, kulkas, dan lain-lain. “Setiap grouping memiliki MCB sendiri. Jadi, kalau terjadi korsleting, nggak mengganggu yang lain. Yang mati hanya (lampu atau piranti elektrik) pada grouping-nya,” kata Irwandhi, estimator PT Eltrindo Kemalasapta, sebuah perusahaan instalatir listrik di Jakarta.

box hager
box hager

Contohnya, perangkat elektrik yang menyedot daya besar untuk start awal seperti pompa air, bila disatukan arusnya dengan penerangan, akan membuat lampu kelap-kelip saat pompa bekerja. Begitu pula AC. Jumlah grouping tergantung daya (amper). Misalnya, satu grup untuk daya 500 watt (1 amper). “Khusus kulkas (kendati besar juga dayanya) bisa dibikinkan grouping sendiri, boleh juga digabung dalam satu grup karena kalau sudah jalan watt-nya kecil,” ujarnya.

Kalau arus listrik dari meteran langsung dihubungkan ke perangkat elektrik tanpa dibagi dulu, bila ada masalah pada salah satu perangkat, pasti berakibat pada piranti lainnya. Dengan pembagian arus, kabel sebagai media penghantar listrik juga lebih awet karena beban arusnya lebih ringan dan terukur. Rugi Tegangan

Grounding

Pengamanan lain yang harus ada pada instalasi listrik adalah pembumian (grounding). Fungsinya menyalurkan kelebihan arus listrik ke dalam tanah sehingga tidak membahayakan manusia dan piranti listrik di rumah. Arus listrik berlebih bisa terjadi karena hal-hal teknis, seperti perawatan jaringan dan gardu oleh PLN, sambaran petir, dan lain-lain. “Kalau di rumah terasa ada tegangan sentuh, atau bahasa sederhananya kalau kita pegang logam dari piranti yang terhubung ke listrik kadang terasa listriknya, itu artinya pertanahannya kurang baik, harus diperiksa,” kata Alam.

Next : Kabel NYM

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini