Rabu, Januari 21, 2026
HomeBerita PropertiPenyerapan KPR Milenial Rendah, Bank BTN Sebut Alasannya

Penyerapan KPR Milenial Rendah, Bank BTN Sebut Alasannya

Sejak Oktober tahun lalu Bank BTN melansir KPR Gaeesss yang ditujukan untuk pembiayaan perumahan bagi kalangan muda milenial, khususnya pembeli rumah pertama (first time home buyer). KPR Gaeesss dirancang dengan menyesuaikan dengan kemampuan anak muda seperti masa kerja cukup setahun, tenor kredit hingga 25 tahun, depe ringan, hingga tidak perlu ada pengendapan sejumlah dana di tabungan di BTN sebagaimana KPR biasa.

Kendati cukup sukses menggaet kalangan muda, program khusus seperti KPR Gaeesss itui belum bisa mendongkrak secara signifikan kalangan muda untuk segera memutuskan membeli rumah. Belum lagi banyak calon debitur yang gagal atau ditolak pengajuan kreditnya, sehingga secara umum belum banyak kalangan muda yang tertarik untuk segera mewujudkan punya hunian sendiri.

Menurut Direktur Konsumer Bank BTN Budi Satria, edukasi menjadi faktor penting untuk terus meningkatkan penyaluran pembiayaan untuk segmen milenial. Berdasarkan data pengunjung portal online BTN atau setiap kali akad kredit massal, porsi dari segmen kalangan milenial selalu besar.

“Kami terus tingkatkan sistem digitalisasi, salah satunya melalui portal online yang kami kembangkan. Pengunjungnya sudah mencapai 2,5 juta dengan nilai transaksi yang diputuskan melalui online ini mencapai lebih dari Rp2 triliun. Dari ajang akad masal 8.500 orang sekaligus beberapa waktu lalu, juga segmen kalangan mudanya cukup besar,” katanya kepada housingestate.id saat acara paparan kinerja triwulan pertama 2019 Bank BTN di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Terkait banyaknya pengajuan KPR dari kalangan milenial yang gagal atau ditolak, Budi juga mengakui hal tersebut. Menurutnya hal ini sekali lagi tidak terlepas dari edukasi terkait persyaratan untuk mengambil kredit perumahan. Bank tentunya menerapkan berbagai syarat saat menyetujui penyaluran kredit perumahan.

“Faktor penting dari pencairan kredit tentunya kemampuan membayar. Harus kita akui banyak aplikasi yang gagal khususnya dari segmen milenial, karena memang tidak layak. Makanya kembali kepada edukasi, milenial ini harus dipahamkan kalau kredit rumah itu ada persyaratannya walaupun kita juga komitmen untuk terus mempermudah selain meningkatkan sistem online yang cocok untuk milenial. Seluruh iklan dan edukasi kami terkait KPR Gaeesss ini publikasinya sebagian besar menggunakan media online,” bebernya.

Berita Terkait

Ekonomi

Kinerja Manufaktur 2025 Jalan di Tempat, Penyerapan Tenaga Kerja Masih Payah

Industri pengolahan atau manufaktur adalah penopang terbesar pertumbuhan ekonomi...

Kadin Optimistis Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar forum diskusi...

Harga Saham Bank BJB Menguat, Cerminkan Stabilitas dan Keyakinan Pasar

Memasuki awal tahun 2026, saham bank bjb menunjukkan momentum...

Berita Terkini