Keterlibatan Swasta Diperbesar Dalam Program 3 Juta Rumah
Program 3 juta rumah merupakan salah satu program andalan pemerintah untuk mengurangi backlog hingga mengentaskan kemiskinan. Untuk mempercepat program ini, Presiden Prabowo terus mendorong porsi yang lebih besar untuk keterlibatan swasta dalam pembangunan perumahan maupun infrasrtuktur.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis (16/01) yang dihadiri sejumlah menteri termasuk Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
“Saya sangat gembira dan mengucapkan selamat kepada tokoh-tokoh Kadin karena saudara-saudara memegang peran penting dalam menjalankan ekonomi Indonesia. Saya ingin memberikan peran yang lebih besar kepada swasta pada proyek infrastruktur dan perumahan karena swasta sudah terbukti lebih efisien, lebih inovatif, dan lebih pengalaman,” ujar Prabowo.
Baca juga: Kementerian PKP Susun Peta Jalan Program 3 Juta Rumah
Senada dengan Prabowo, Menteri PKP Maruarar dalam berbagai kesempatan juga selalu mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan baik dari BUMN dan swasta untuk bergotong royong dalam melakukan pembangunan di sektor perumahan.
“Saya akan mendorong pengusaha swasta, pengembang (developer), maupun pengusaha di bidang lainnnya untuk bersama, berlomba, bergotong-royong dalam membangun rumah untuk rakyat. Misalnya ada lahan milik BUMN atau TNI, itu bisa dibantu dengan teman-teman dari swasta untuk dibangun hunian,” katanya.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin Indonesia Andi Yuslim Patawari mengatakan, Kadin Indonesia siap menyukseskan target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan sektor perumahan menjadi salah satu sektor yang potensial untuk terus didorong.
“Pemerintah memiliki rencana dan target-target besar seperti program makan bergizi gratis dan program 3 juta rumah. Perputaran ekonomi dari dua program ini saja akan sangat luar biasa khususnya untuk mendorong segmen kelas menengah yang akan terus membesar dari sebelumnya,” pungkasnya.