Desain Properti Ramah Lingkungan Perlu Didukung Insentif Pajak
Seiring perkembangan lingkungan hidup manusia yang kian padat dengan sumber daya yang kian terbatas, penerapan prinsip-prinsip berkelanjutan (sustainability) dalam pengembang real estat menjadi makin penting.
Apalagi, kerangka peraturan untuk konstruksi berkelanjutan di Indonesia sudah cukup kuat. Mengharuskan pengembang dan penghuni untuk menavigasi kebijakan berkelanjutan sejak tahap perencanaan, memastikan kepatuhan serta memaksimalkan dampak positif proyek terhadap lingkungan dan pasar.
Mengadopsi green certification dapat secara strategis selaras dengan tren keberlanjutan, menjadi pembeda dengan bangunan lain.
Mengutip keterangan tertulis konsultan properti Colliers Indonesia, Senin (3/3/2025), selain ketentuan regulasi, ada permintaan pasar yang meningkat terhadap real estat yang berkelanjutan.
Colliers menyebut distribusi sertifikasi hijau yang terbatas pada bangunan komersial, memberikan peluang bagi pengembang dan penghuni untuk mengadopsi praktik desain berkelanjutan seiring dengan meningkatnya permintaan untuk perusahaan yang ramah lingkungan.
Rahmat Daresa Alam, Head of Project Management Colliers Indonesia, menyatakan, di tengah pasar yang makin kompetitif, pengembang yang secara efektif mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam proyek mereka, tidak hanya memenuhi standar regulasi, tapi juga menarik segmen pasar yang lebih besar yang memprioritaskan gaya hidup peduli lingkungan.
“Namun, daya tarik keberlanjutan dan desain ramah lingkungan akan meningkat bila ada dukungan konkret dari pemerintah, seperti pengurangan pajak. Bila pengembang membangun gedung atau penghuni melakukan fit-out dengan konsep keberlanjutan, mereka menerima insentif pajak. Insentif ini dapat menarik investor agar mengadopsi konstruksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” kata Rahmat.
Baca juga: Di Bisnis Properti Baru Perkantoran yang Gandrung Terapkan Konsep Hijau
Ia menambahkan, menerapkan desain berkelanjutan bukan hanya membantu meminimalkan dampak lingkungan dari sebuah bangunan, tapi juga memberikan manfaat signifikan bagi pengembang dan penghuni.
Memahami perbedaan desain yang signifikan antara bangunan baru dan yang sudah dibangun sangat penting untuk praktik keberlanjutan yang efektif. Colliers menyebut beberapa fitur desain yang dapat berdampak positif pada keberlanjutan.
Yaitu, efisiensi energi, konservasi dan pengelolaan air, penggunaan bahan bangunan, pengelolaan air hujan, kualitas lingkungan di dalam ruangan, keterlibatan dan pendidikan komunitas, dan sertifikasi keberlanjutan
Dengan berbagai fitur itu, desain berkelanjutan akan memberikan manfaat yang substansial bagi pengembang dan juga penghuni, menjadi sebuah investasi yang bijaksana terkait dampak lingkungan dan kinerja finansial.