Kamis, Maret 5, 2026
HomeNewsEkonomiMenkeu: Selain Likuiditas, Juga Perlu Ekspektasi Positif untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Menkeu: Selain Likuiditas, Juga Perlu Ekspektasi Positif untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pemerintah memiliki peluang nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi 8 persen dalam beberapa tahun mendatang. Target pertumbuhan ekonomi itu menjadi awal yang penting bagi Indonesia untuk menjadi negara maju.

“Waktu Pak Prabowo mencanangkan laju pertumbuhan ekonomi 8 persen, banyak orang yang skeptis. Dianggap nggak mungkin terjadi. Kalau saya malah senang. 8 persen itu a good start (ke arah menjadi negara maju),” kata Purbaya dalam launching Bloomberg Businessweek Indonesia di Jakarta, Kamis (20/11/2025), sebagaimana dikutip keterangan Kementerian Keuangan.

Menkeu mengakui mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan hal yang mudah. Dibutuhkan kemampuan pemerintah memahami ilmu dan dinamika kebijakan yang tepat, selaras dengan konsep Sumitronomics yang menekankan tiga pilar pembangunan ekonomi Indonesia. Yakni, pertumbuhan tinggi harus berjalan seiring dengan pemerataan manfaat pembangunan dan stabilitas nasional.

Untuk mempercepat laju perekonomian, pemerintah telah menjalankan strategi teknis berupa penempatan dana di Bank Himbara untuk menstimulasi aktivitas ekonomi melalui penyaluran kredit. Pada September 2025 sebesar Rp200 triliun, kemudian ditambah Rp76 triliun pada tahap berikutnya.

Baca juga: Menkeu Purbaya: Triwulan IV Ekonomi Akan Tumbuh di Atas 5,5 Persen

Namun, kebijakan penempatan likuiditas hanya satu bagian dari rumus percepatan ekonomi. Purbaya menyebut elemen terpenting lainnya. Yaitu, pembentukan ekspektasi positif di masyarakat dan dunia usaha.

“Kalau Anda bisa menciptakan ekspektasi positif, kemungkinan besar ekonomi akan positif tumbuhnya. Kenapa? Karena waktu ada ekspektasi positif, orang berpikir ekonomi akan tumbuh, businessman pun berani melakukan ekspansi bisnis,” jelas Menkeu.

Ia menambahkan, kebijakan fiskal, moneter dan sektor riil akan digunakan secara terpadu untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi. Ditambah dengan perbaikan iklim investasi, yang kesemuanya menciptakan ekspketasi positif, Menkeu optimis target pertumbuhan ekonomi 8 persen itu akan lebih cepat tercapai.

“Momentum pertumbuhan ini akan kita jaga terus ke depan. Ke depan kita akan jalankan mesin fiskal, mesin moneter, dan private sector (untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi,” pungkas Menkeu.

Berita Terkait

Ekonomi

Ikuti Moody’s, Fitch Ratings Juga Turunkan Prospek Utang RI Jadi Negatif

Serupa dengan Moody's, lembaga pemeringkat utang global lainnya, Fitch...

Dua Bulan Pertama 2026, OJK Terima 6.792 Pengaduan Soal Pinjol dan Investasi Ilegal

Penawaran investasi ilegal dan pinjaman online (pinjol) ilegal benar-benar...

Berita Terkini