Jumat, Januari 9, 2026
HomeBahan BangunanKarakteristik Material Baja untuk Arsitektur Berkelanjutan

Karakteristik Material Baja untuk Arsitektur Berkelanjutan

Perkembangan teknologi termasuk material bangunan terus memberikan dampak pada pelaksanaan proyek infrastruktur maupun perumahan. Dalam sebuah acara symposium bertajuk Shiping Resilient Futures: Heritage and Modernity in Steel Architectural Design beberapa waktu lalu, para pakar berkumpul untuk merumuskan masa depan arsitektur kawasan.

Ada banyak hal yang harus diperhatikan yang membuat ilmu arsitektur pada sebuah kawasan bukan hanya mengikuti tren global tapi juga harus berakar pada kearifan lokal. Arsitek Steve Woodland dari COX Architecture Australia dalam salah satu sorotannya menyebut, bagaimana teknologi material modern seperti baja brlapis bisa menjawab tantangan masa depan yang semakin kompleks di masa depan.

Salah satu gagasan menarik dari forum tersebut adalah pergeseran paradigma dalam memandang material baja. Material ini tidak lagi dipandang sebagai simbol modernitas yang monoton dan impersonal, baja kini dilihat sebagai medium untuk mencapai tujuan yang lebih besar yakni menciptakan harmonisasi yang selaras antara manusia dan alam.

Country President PT NS BlueScope Indonesia Jenny Margiano mengatakan, material baja modern memiliki karakteristik yang sejalan dengan kebutuhan arsitektur berkelanjutan. “Material ini bisa didaur ulang, fleksibel untuk berbagai desain, dan tangguh menghadapi kondisi iklim ekstrem. Kualitas tersebut sangat dibutuhkan ASEAN saat ini,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima housingestate Rabu (07/01).

Kemampuan baja untuk didaur ulang hingga 100 persen juga tetap bisa tanpa kehilangan kualitas yang menjadikannya pilihan masuk akal dalam konteks ekonomi sirkular yang kini digalakkan ASEAN. Fleksibilitasnya juga memungkinkan desain yang lebih responsif terhadap kondisi lokal, mulai dari ventilasi alami untuk iklim tropis hingga struktur yang tahan gempa.

Forum tersebut sekaligus juga menandai peluncuran program Steel Architectural Awards ASEAN 2026, sebuah kompetisi yang terbuka untuk menampung karya-karya inovatif dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Program ini mencakup berbagai kategori mulai dari hunian, komersial, infrastruktur hingga bangunan institusional.

“Kami sangat antusias dengan program ini dan penghargaan untuk mengakui pencapaian bagi para arsitek yang telah merekomendasikan produk kami di balik beragam struktur inovatif di wilayah ASEAN sekaligus memperdalam kolaborasi kami dengan komunitas desain Australia untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan pertumbuhan profesional di seluruh wilayah,” bebernya.

Baca juga: Filosofi “Touch This Earth Lightly” untuk Penerapan Arsitektur di Asia Tenggara

Penilaian tidak hanya berdasarkan estetika, tetapi juga bagaimana proyek tersebut merespons konteks lokal, mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, dan memberikan dampak jangka panjang bagi komunitas.

Dewan juri kompetisi ini terdiri dari para ahli arsitektur terkemuka seperti Firman Setia Herwanto (Wakil Ketua IAI), Asae Sukhyanga (Presiden ASA), serta akademisi dan praktisi dari Vietnam, Malaysia, dan Australia, akan menilai sejauh mana sebuah karya berhasil mewujudkan visi “resilient futures” atau masa depan yang tangguh dan bertanggung jawab.

Berita Terkait

Ekonomi

Desember 2025 Cadangan Devisa RI Kembali Melonjak

Cadangan devisa RI sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah...

Sangat Tinggi Kenaikan Harga pada Desember 2025

Kenaikan harga barang dan jasa pada akhir tahun 2025...

Kunjungan Turis Asing Catat Rekor Tertinggi Dalam 6 Tahun

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing ke Indonesia...

Berita Terkini