Sabtu, Maret 7, 2026
HomeNewsEkonomiKadin Paparkan Agenda Internasional yang Bisa Dorong Perekonomian Indonesia

Kadin Paparkan Agenda Internasional yang Bisa Dorong Perekonomian Indonesia

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan empat agenda strategis pada awal tahun ini yang diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global, memperluas peluang investasi dan perdagangan, serta menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Keempat agenda tersebut meliputi partisipasi Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) Davos, penyelenggaraan ASEAN Business Advisory Council (ABAC) Business Conference, Jakarta Food Security Summit, serta Indonesia Economic Outlook.

Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, WEF Davos yang berlangsung pada 19-23 Januari 2026 menjadi agenda terdekat dan paling krusial sebagai panggung promosi investasi dan perdagangan Indonesia ke dunia internasional.

“Davos merupakan forum strategis yang mempertemukan para pengambil keputusan utama dari sektor bisnis, pemerintahan, hingga lembaga non-pemerintah global. Ini semua di bawah kepemimpinan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama CEO Danantara. Davos adalah ajang yang sangat baik untuk mempromosikan investasi dan perdagangan, dan Kadin sangat semangat mendukung pemerintah dalam forum ini,” ujarnya melalui siaran pers yang diterbitkan Sabtu (10/01).

Baca juga: Dahului BPS, Purbaya Akui Ekonomi Triwulan IV-2025 Tak Akan Tumbuh Sesuai Janji 5,7 Persen

Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato pada sesi pleno WEF pada 22 Januari mendatang sementara sehari sebelumnya akan digelar Indonesian Night yang dikemas sebagai ajang jejaring strategis bagi pelaku usaha global. Kadin bersama Danantara dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi bertindak sebagai co-host dalam kegiatan tersebut.

Para pelaku usaha di Indonesia yang hadir akan dipastikan dapat berbicara di berbagai forum kongres agar pemikiran dunia usaha Indonesia bisa tersampaikan seriring dengan gagasan pemerintah. Momentum Davos tahun ini juga semakin penting mengingat kondisi geopolitik global yang semakin terfragmentasi, tantangan perubahan iklim, serta pergeseran tatanan ekonomi dunia menuju pola minilateralisme.

“Yang menarik, di Davos ini banyak dibicarakan soal triple bubble. Pertama adalah artificial intelligence (AI), apakah sudah masuk fase gelembung atau belum. Kedua adalah utang, karena saat ini jumlah utang global sangat besar. Dan ketiga adalah kripto. Semua ini akan menjadi bahan diskusi,” jelas Anindya.

Dengan kehadiran sekitar 70 pemimpin negara dan lebih dari 3.000 tokoh global, Davos akan menjadi ruang strategis bagi Indonesia untuk menyeimbangkan posisinya di tengah kekuatan ekonomi besar seperti Amerika Serikat, China, G20, APEC, hingga BRICS yang ujungnya bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia dengan membawa investasi dan perdagangan.

Agenda kedua yang disiapkan Kadin adalah Jakarta Food Security Summit yang akan digelar pada 20- 21 Mei 2026 di Balai Kartika, Jakarta. Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Juan Permata Adoe mengatakan, forum ini difokuskan pada perumusan langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan energi nasional.

Baca juga: Ini 8 Sektor Prioritas untuk Dongkrak Ekonomi 2026, Tidak ada Sektor Perumahan

“Isu utama dalam acara ini adalah food security dan energy security termasuk pembahasan biofuel 40-50 serta penurunan produksi kelapa sawit. Kita akan membahas berbagai opsi kebijakan mulai dari pembukaan lahan baru, optimalisasi lahan tidak produktif, hingga kebijakan moratorium,” katanya.

Agenda strategis berikutnya adalah ABAC Business Conference yang akan diselenggarakan pada 7-9 Februari 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta. Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino M. Vega menyampaikan, forum ini menjadi wadah penting bagi Indonesia untuk menyuarakan gagasan dan kepentingannya di kawasan Asia Pasifik.

“ABAC Business Conference akan menekankan empat isu utama yakni konektivitas, integrasi regional, keberlanjutan, dan ASEAN. Dari 21 ekonomi Asia Pasifik, tujuh di antaranya berada di ASEAN sehingga kawasan ini memiliki posisi strategis,” jelasnya.

Indonesia akan mendorong tiga gagasan utama dalam forum tersebut yakni penguatan ekonomi hijau dan transisi energi, digitalisasi untuk mendukung integrasi regional, serta hilirisasi industri sesuai dengan agenda pemerintah.

Sementara itu agenda keempat adalah Indonesia Economic Outlook yang akan digelar pada 15 Januari 2026 di Menara Kadin Indonesia. WKU Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia Aviliani menyampaikan, forum ini akan menjadi rujukan dunia usaha dalam menyusun strategi menghadapi tahun 2026.

“Secara umum kondisi 2026 tidak akan jauh berbeda dengan 2025. Pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen masih bisa dicapai, namun jika ingin tumbuh lebih tinggi tentu dibutuhkan kontribusi yang lebih kuat dari BUMN, swasta, serta peran Danantara untuk menggantikan proyek-proyek infrastruktur yang anggarannya menurun di APBN,” bebernya.

Aviliani juga menambahkan, Indonesia Economic Outlook akan membahas tiga isu utama yakni proyeksi ekonomi global, persepsi dan minat investor asing terhadap Indonesia, serta kondisi ekonomi daerah yang kini menghadapi tantangan penurunan anggaran dan kebutuhan pemulihan pascabencana.

Baca juga: Ekonomi Batang dan Kendal Tumbuh di Atas 8 Persen. Kok Bisa?

Menurutnya, momentum pemulihan ekonomi pada paruh akhir tahun memberikan optimisme tersendiri terutama dengan mulai meningkatnya kredit dan konsumsi masyarakat seiring dicabutnya kebijakan efisiensi anggaran.

“Kalau pengeluaran pemerintah bisa dilakukan tepat waktu termasuk subsidi dan transfer ke daerah, maka ekonomi daerah akan bergerak. Ini penting karena APBD sangat bergantung pada kesesuaian antara anggaran dan realisasinya. Jika ini dijalankan dengan baik, pertumbuhan ekonomi nasional akan lebih terjaga,” pungkas Aviliani.

Berita Terkait

Ekonomi

Setahun Kegiatan Usaha Bullion, Pegadaian Kelola 147,8 Ton Emas, BSI 22,5 Ton

Pemerintah bersama pemangku kepentingan dalam ekosistem bullion, memperingati satu...

Berita Terkini