Kunang-Kunang Itu Indikator Lingkungan Sehat
Kebun Raya Bali berkolaborasi dengan Nusantara Wilderness menggelar kegiatan Eksplorasi biodiversitas flora fauna dengan fokus utama pada pengamatan kunang-kunang, herping, pengamatan burung, dan flora.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan pemahaman publik mengenai peran serangga kunang-kunang sebagai indikator lingkungan yang sehat serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem alami.
Menurut Hadhiyyah N. Cahyono, East Deputy of Horticulture Kebun Raya Wilayah Timur, fungsi kebun raya tidak hanya sebagai pusat konservasi tumbuhan tetapi juga sebagai habitat berbagai satwa. “Kebun Raya Bali adalah ruang konservasi hidup. Jika lingkungannya terjaga maka satwa seperti kunang-kunang dan herpetofauna akan tetap memiliki tempat berlindung,” ujarnya melalui siaran pers yang diterbitkan Selasa (13/01).
Perwakilan Nusantara Wilderness Bella Evanglista menambahkan, eksplorasi ini mengajak peserta untuk memahami ekosistem secara menyeluruh. “Kegiatan ini bukan sekadar melihat satwa tetapi memahami bagaimana lingkungan bekerja menjaga keseimbangan alam. Kebun Raya Bali memegang peran penting dalam perlindungan habitat itu,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 40 peserta dari dalam dan luar negeri. Eksplorasi dilaksanakan pada pukul 16.00-21.00 WITA yang termasuk dalam zona krepuskular, yaitu periode peralihan siang ke malam saat kunang-kunang paling aktif beraktivitas.
Kegiatan dilakukan dengan menyusuri beberapa kawasan antara lain Lake View, Giant Tree, Hutan Tropis, hingga Taman Tematik Panca Yadnya. Sepanjang jalur eksplorasi peserta mengamati berbagai kelompok fauna malam termasuk kunang-kunang dari jenis Lamprigera Spp. dan Abscondita Spp., amfibi, reptile, arachnida serta aves, juga vegetasi seperti Ficus Spp., Bischofia javanica, Cyathea Spp., dan Liquidambar excelsa.
Direktur Pengelola Kebun Raya Marga Anggrianto, menyampaikan harapannya agar kegiatan eksplorasi biodiversitas ini dapat terus dikembangkan ke depannya. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak kolaborator, komunitas dan masyarakat sehingga upaya konservasi tidak hanya berhenti pada perlindungan kawasan tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem,” katanya.
Baca juga: Urban Forum: Proyek Real Estate Mau Tak Mau Harus Ramah Lingkungan
Di area Panca Yadnya dan Lake View, peserta menemukan aktivitas kunang-kunang dalam jumlah melimpah yang didominasi oleh genus Lamprigera Spp. dan Abscondita Spp. Kondisi mikroklimat yang relatif stabil yang ditandai oleh kelembaban udara tinggi, suhu yang sejuk, sirkulasi udara yang baik, serta rendahnya intensitas cahaya buatan, menciptakan habitat yang optimal bagi kunang-kunang.
Keberadaan dan aktivitas kunang-kunang tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini masih memiliki kualitas udara dan kondisi lingkungan yang baik sehingga berfungsi sebagai indikator bioekologis dari ekosistem yang relatif sehat.
Keberadaan kunang-kunang yang masih banyak dan eksis pada malam hari menjadi penanda bahwa kualitas lingkungan dan vegetasi di Kebun Raya Bali masih terjaga dengan baik. Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga ekosistem sebagai satu kesatuan yang saling terhubung.