Badan Bank Tanah-Pemprov Bengkulu Optimalkan Pengelolaan Lahan Negara
Badan Bank Tanah (BBT) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melakukan kerja sama untuk optimalisasi pengelolaan tanah dalam rangka pembangunan di Provinsi Bengkulu. Penandatanganan kerja sama (MoU) telah dilakukan antara Plt Kepala BBT Hakiki Sudrajat dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan beberapa waktu lalu.
Melalui kerja sama ini BBT dan Pemprov Bengkulu berkomitmen untuk untuk memperkuat sinergi dalam perencanaan, pengelolaan, dan pemanfaatan tanah negara secara terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan untuk mendukung percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar pemanfaatan tanah negara dapat mendukung percepatan pembangunan daerah, meningkatkan investasi, serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Bengkulu,” ujar Hakiki dikutip dari siaran pers yang diterbitkan Kamis (15/01).
Sebagai bagian atas tindaklanjut nota kesepahaman ini, sinergi yang dioptimalkan yaitu pemanfaatan bersama Pemprov Bengkulu atas Hak Pengelolaan (HPL) di Bengkulu. Targetnya, ada HPL seluas 397 ha yang akan disinergikan.
“Langkah ini merupakan wujud sinergi dan komitmen bersama pemerintah daerah dan Forkopimda dalam mendukung percepatan pembangunan daerah dengan tata kelola yang baik dan benar,” imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan, kerja sama ini diharapkan mampu mendorong realisasi berbagai program pembangunan di Provinsi Bengkulu khususnya pada sektor infrastruktur, pelayanan publik, hingga pengembangan ekonomi daerah.
“Dengan dukungan Badan Bank Tanah kami berharap pengelolaan tanah di wilayah kami dapat dilakukan lebih tertib, berkeadilan, dan berdampak langsung bagi masyarakat Bengkulu secara luas,” katanya.
Aktivitas pembangunan di kawasan Bengkulu sendiri sudah sangat cepat. Helmi menyebut, ada banyak infrastruktur yang telah dibangun di Bumi Rafflesia guna mendukung pertumbuhan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Namun aktivitas pembangunan akan lebih berdampak besar bila dilakukan secara kolaborasi dan salah satunya dengan BBT.
Harapan lainnya dengan kerja sama ini yaitu pemprov hingga pemerintah desa bisa lebih berdaya. Selain itu dengan mengoptimalkan tanah negara menjadi memiliki nilai ekonomi dan sosial yang lebih tinggi bisa mendorong percepatan pemerataan pembangunan.
Sejumlah indikator makro ekonomi di Bengkulu telah mencerminkan tujuan tersebut. Realisasi investasi per triwulan kedua 2025 mencapai Rp901 miliar atau naik 12,26 persen dibanding triwulan sebelumnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu per triwulan ketiga 2025 sebesar 4,56 persen.