Sudah Tahun 2026, Lima Kebiasaan Buruk Ini Harus Hilang
Tahun baru kerap dihadapi dengan optimistis dan penuh harapan. Tahun baru juga merupakan refleksi atas capaian tahun sebelumnya dan untuk menata maupun menetapkan target-target resolusi tahun yang akan dilalui.
Resolusi tidak harus besar, cukup dari hal kecil seperti makan enak di restoran favorit sampai resolusi seperti berlibur bersama keluarga. Bank OCBC NISP berbagai edukasi terkait berbagai resolusi yang kerap tidak bisa dicapai. Dikutip dari siaran pers Jumat (16/01), ada lima kebiasaan yang harus dihilangkan supaya resolusi bisa tercapai.
Sering Pinjam Uang dan Nombok
Terlalu sering “nombok” dengan pinjam uang ke orang terdekat merupakan kegiatan yang harus segera dihilangkan. Data dari OCBC Financial Fitness Index 2025 menunjukkan, 39 persen masih sering meminjam uang ke teman atau keluarga yang digunakan untuk memenuhi gaya hidup. Ini menunjukkan bahwa hampir setengah dari masyarakat yang masih mengadopsi gaya hidup seperti peribahasa “lebih besar pasak daripada tiang”.
Gaji Masuk Hanya Lewat
14 persen masyarakat memiliki pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan. Saat pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, kondisi ini biasanya bukan hanya soal kurangnya penghasilan tetapi disebabkan juga oleh gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan. Kalau dibiarkan bagaimana mau berinvestasi untuk masa depan, jika menabung saja sulit?
Mindset
Kita kerap merasa aman karena pakai mindset “yang penting bayar dulu”. Membayar tagihan kartu kredit dengan nominal paling minimum mungkin terasa melegakan tapi hanya untuk jangka pendek. Karena sebenarnya kebiasaan ini bisa menjadi jebakan finansial untuk ke depannya. Data Financial Fitness Index 2025 dari OCBC menunjukkan bahwa 56 persen hanya membayar tagihan minimum kartu kreditnya. Jika dibiarkan, kartu kredit yang semula jadi alat bantu justru berubah menjadi beban jangka panjang.
Baca juga: Starter Pack Financial Gen Z: Nabung, Investasi, Hingga Proteksi
FOMO
Tekanan sosial memang punya pengaruh yang besar terhadap keputusan finansial seseorang. Tapi bukan berarti harus selalu ikuti apa yang dilakukan teman-teman kita! 76 persen menghabiskan uang yang dimiliki untuk mengikuti gaya hidup teman mulai dari nongkrong bersama, liburan, hingga tren belanja membuat seseorang banyak mengorbankan keuangannya demi merasa “tidak ketinggalan”. Padahal sifat ini membuat kamu bisa kehilangan kendali atas tujuan finansial jangka panjang.
Jalan Pintas Demi Cuan Instan
Dengan maraknya cerita di sosial media terkait bagaimana cara sukses instan, pastinya keinginan untuk mendapatkan uang dalam waktu singkat seringkali menggoda. Apabila keinginan ini diwujudkan tanpa pemahaman risiko, seringkali berujung pada kerugian. 10 persen dari masyarakat menurut melakukan spekulasi berlebihan untuk keuntungan yang instan.
Nah, sekarang ayo kita jujur apakah satu atau dua dari pernyataan dan survei di atas pernah menjadi bagian dari keseharian kita. Momentum tahun baru ini ayo kita jadikan alasan unutk “reset” kebiasaan keuangan kita.
Baca juga: Opini: Belajar Investasi dengan Disiplin Menabung, Semuanya Dimulai Kecil-kecilan
Dalam konteks ini sangat penting untuk memiliki “alat bantu” untuk membuat kebiasaan finansial jadi lebih baik dan fokus seperti OCBC Mobiile FUNanciallyFIT app, mobile banking dari OCBC. Di aplikasi ini ada banyak fitur untuk membuat tujuan finansial menjadi lebih jelas dan fokus.
Dengan aplikasi ini ada banyak kemudahan transaksi sehari-hari yang bebas biaya, menabung dengan 12 mata uang di satu rekening, menabung emas auto debit mulai Rp100 ribu, dan lainnya.