Perumnas Bangun Rusun Subsidi Samesta Alonia di Kemayoran, Ground Breaking Akhir Februari
Di megapolitan Jabodetabek tidak hanya di kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, pemerintah bakal mendorong pembangunan rumah susun (rusun) subsidi, tapi juga di dalam metropolitan Jakarta.
Salah satunya di kawasan eks bandara Kemayoran, Jakarta Pusat, yang sejak dua dekade lalu memang sudah banyak dibangun rusun subsidi. Yang terbaru, rusun subsidi Samesta Alonia yang akan dikembangkan BUMN Perum Perumnas berkolaborasi dengan pihak swasta.
Penawaran kerja sama kepada pihak swasta sudah dilakukan Perumnas sejak Oktober 2025. Jauh sebelum Kementerian PKP menyatakan akan memulai kembali pembangunan rusun subsidi tahun ini, dengan lokasi pertama antara lain di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi (Jawa Barat), milik Lippo Group.
Rabu (21/1/2026), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) meninjau lokasi rencana pembangunan rusun subsidi Samesta Alonia di Kemayoran tersebut. Ia didampingi Plt Direktur Utama Perumnas Imelda Alini Pohan.
Menurut Menteri PKP, tahun ini pemerintah mulai mengalihkan fokus ke pembangunan rusun subsidi di perkotaan. “Permintaan rumah subsidi tapak cukup bagus, tapi tahun ini kami akan mulai lebih fokus pada pembangunan rusun subsidi,” kata Ara sebagaimana dikutip keterangan Kementerian PKP.
Baca juga: Pemerintah Bangun Rusun Subsidi Tipe 21-45, MBR Bisa Beli dengan KPA 30 Tahun, Bunga 5-7 Persen
Maruarar mengapresiasi keseriusan Perumnas dalam menyiapkan pembangunan rusun subsidi, termasuk dengan melakukan survei kepada calon konsumen. Ia menyebut pentingnya mendengar aspirasi warga, baik terkait kebutuhan hunian maupun kemampuan finansial mereka.
“Saya senang Perumnas sangat serius. Tahun lalu saya sudah datang ke sini dan minta dilakukan survei kepada calon konsumen. Jangan sampai kebijakan negara tidak mengajak rakyat bicara, dan itu sudah dilakukan. Kesiapannya sudah terlihat,” ujarnya.
Menteri Ara meminta agar masyarakat dipermudah, khususnya dalam aspek pembiayaan. Ia juga menekankan agar besaran iuran pengelolaan lingkungan (IPL) nanti, tidak ditetapkan terlalu tinggi sehingga tidak memberatkan konsumen.
“Masyarakat harus didengar, maunya apa, kemampuannya bagaimana. Rakyat harus dipermudah, termasuk dari sisi pembiayaan. Utamakan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan ini dan perhatikan fasilitas apa saja yang dibutuhkan,” tutur Menteri Ara.
Selain itu, pengembangan rusun subsidi harus tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, kecepatan pembangunan, serta kualitas hunian. “Harus sesuai aturan, cepat, dengan kualitas hunian tetap terjaga,” tambahnya.
Baca juga: KPK: Clear an Clean, Tidak Masalah Bangun Rusun Subsidi di Meikarta
Rusun subsidi Samesta Alonia di Kemayoran merupakan kelanjutan pengembangan Rusunami (Rumah Susun Sederhana Milik) Bandar Kemayoran (RBK).
Proyek akan dibangun di atas lahan 0,37 ha (3.750 m2), mencakup satu tower 32 lantai dengan total hunian 609 unit. Peletakan batu pertama (ground breaking) rusun Samesta Alonia direncanakan akhir Februari 2026.