Rabu, Februari 4, 2026
HomeBankPenyaluran Seluruh Kredit BCA Naik, Total Mencapai Rp993 Triliun

Penyaluran Seluruh Kredit BCA Naik, Total Mencapai Rp993 Triliun

Bank BCA dan entitas anak perusahaan mencatatkan pertumbuhan total kredit mencapai 7,7 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp993 triliun tahun 2025 lalu. Penyaluran kredit Bank BCA terdistribusi ke berbagai sektor diantaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, dan rumah tangga.

Capaian yang bisa ditorehkan ini selaras dengan komitmen Bank BCA untuk mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia. Di sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1 persen (yoy) hingga Rp1.045 triliun.

“Bank BCA berterima kasih kepada seluruh nasabah atas kepercayaan dan dukungannya kepada kami. Hal tersebut menjadi motivasi kami terus bergerak dan berkontribusi bagi ekonomi di seluruh penjuru tanah air,” ujar Presiden Direktur Bank BCA Hendra Lembong melalui siaran pers yang dikutip Selasa (03/02).

Capaian kinerja bisnis yang diraih sepanjang tahun 2025 ini tidak terlepas dari penerapan strategi maupun aktivitas. Sepanjang tahun 2025 lalu Bank BCA menyelenggarakan berbagai acara seperti dua kali perhelatan Expo, BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, dan Gebyar Hadiah BCA.

Baca juga: Kredit Bank Mandiri Tumbuh Lebih 13 Persen Jadi Rp1.452 Triliun

Berbagai kegiatan itu pada akhirnya berdampak positif terhadap kinerja perusahaan dan menjadi wujud komitmen untuk terus hadir serta memenuhi berbagai kebutuhan nasabah dan masyarakat Indonesia.

Adapun kredit usaha yang disalurkan Bank BCA tumbuh 9,9 persen mencapai Rp756,5 triliun per Desember 2025. Penyaluran ini sejalan dengan komitmen Bank BCA dalam mendukung perkembangan dunia usaha nasional.

Pembiayaan konsumer terjaga sebesar Rp224,1 triliun yang didukung oleh KPR senilai Rp142,3 triliun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp56,6 triliun. Bank BCA juga mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025.

Outstanding pinjaman konsumer lainnya (mayoritas kartu kredit) tumbuh 9,8 persen menjadi Rp25,2 triliun. Kualitas kredit Bank BCA juga terjaga, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang membaik ke 4,8 persen dibandingkan 5,3 persen pada tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di 1,7 persen dan pencadangan NPL serta LAR memadai, masing-masing sebesar 183,8 persen dan 71,6 persen.

Kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 11,7 persen menjadi Rp255 triliun per Desember 2025 atau setara 25,8 persen terhadap total portofolio pembiayaan. Hal ini didukung meningkatnya pembiayaan ke sektor Energi Baru Terbarukan hingga 2 kali lipat menjadi Rp6,2 triliun.

Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 53 persen mencapai Rp3,6 triliun. Bank BCA juga menghadirkan program Kredit Multiguna Usaha Kartini yang menawarkan bunga spesial mulai 3,21 persen untuk mendukung komunitas perempuan pengusaha.

Per Desember 2025, Bank BCA memiliki lebih dari 43 ribu debitur perempuan. Bank BCA juga melakukan berbagai upaya mengurangi emisi karbon, salah satunya melalui pengelolaan limbah dari kegiatan operasional hingga 657 ton.

Upaya ini dilakukan bersama dengan inisiatif-inisiatif keberlanjutan lainnya seperti digitalisasi, gedung ramah lingkungan, dan konservasi alam dengan potensi pengurangan emisi operasional mencapai 5.575 tCO2eq (ton CO2 ekuivalen).

Per Desember 2025, total DPK Bank BCA tumbuh 10,2 persen mencapai Rp1.249 triliun. Total frekuensi transaksi Bank BCA pada 2025 naik 17 persen mencapai 42 miliar. Pada puncaknya, Bank BCA pernah memproses transaksi hingga hampir 300 juta dalam satu hari.

Baca juga: Simpanan Masyarakat di Bank Tumbuh Tinggi, Tapi Penyaluran Kredit Kian Menurun

Frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking tumbuh juga tumbuh mencapai 19 persen. Pendapatan bunga bersih (net interest income) Bank BCA tumbuh 4,1 persen dan pendapatan selain bunga naik 16 persen. Secara total pendapatan operasional Bank BCA naik 5,4 persen sementara rasio cost to income (CIR) membaik dan turut menopang kinerja dan pertumbuhan laba bersih perusahaan sebesar 4,9 persen menjadi Rp57,5 triliun.

“Kami senantiasa berupaya menyediakan produk dan layanan secara optimal untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah dan masyarakat. Kami juga terus mengembangkan aplikasi myBCA yang dilengkapi berbagai fitur baru seperti QRIS Tap via NFC Pay untuk pengguna Android, pembayaran zakat, pembelian tiket kereta dan kapal, hingga menambah berbagai valuta asing pada poket valas,” beber Hendra.

Terbaru myBCA dapat diakses di smartwatch berbasis WearOS dan Apple. myBCA juga sudah dilengkapi pengaturan bahasa Mandarin dan poket rupiah yang bisa dimanfaatkan nasabah untuk mengelola berbagai kebutuhan dalam satu rekening.

Diimplementasikan juga penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan pelayanan nasabah, mengidentifikasi kebutuhan nasabah secara lebih efektif, memperkuat keamanan dan fraud detection, serta mendorong efisiensi operasional.

Berita Terkait

Ekonomi

Purbaya: Ekonomi Indonesia akan Tumbuh Hingga 8 Persen Selama Saya Masih Menjabat

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimisme pemerintah,...

Januari Kepercayaan Industri Cetak Rekor Tertinggi, Produksi Melonjak

Industri pengolahan atau manufaktur nasional mengawali tahun 2026 dengan...

PHEI Luncurkan Sukuk BI untuk Jadi Acuan Pelaku Pasar

PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) secara resmi meluncurkan...

Desember 2025 Neraca Dagang Indonesia Tetap Surplus Kendati Sedikit Menurun

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Senin (2/2/2026), ekspor Indonesia...

Berita Terkini