Laba Bersih Bank BNI 2025 Capai Rp20 Triliun
Bank BNI menutup tahun buku 2025 dengan kinerja fundamental keuangan yang solid di tengah penyesuaian arah kebijakan moneter global dan meningkatnya volatilitas ekonomi. Meski menghadapi tekanan eksternal tersebut, Bank BNI mampu menjaga pertumbuhan kredit yang solid dan seimbang secara konsolidasi, memperkuat struktur pendanaan, serta mencatatkan perbaikan kualitas aset yang konsisten.
“Hingga akhir tahun 2025 kami mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 15,9 persen secara tahunan (yoy) didukung oleh ekspansi kredit di sektor-sektor produktif. Capain ini mencerminkan ketahanan model bisnis yang dibangun melalui penguatan fundamental, produktivitas, dan transformasi berkelanjutan,” ujar Direktur Utama Bank BNI Putrama Wahju Setyawan, dikutip dari siaran pers yang diterbitkan Kamis (05/02).
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh struktur pendanaan yang semakin kuat yang tercermin dari struktur pendanaan berbasis dana murah (CASA) yang semakin solid sehingga menopang efisiensi biaya dana di tengah dinamika pasar.
Sebagai bagian dari ekosistem perbankan nasional, Bank BNI juga secara aktif mencermati perkembangan makroekonomi serta menerapkan langkah mitigasi yang terukur untuk memastikan kebijakan strategis berjalan optimal dan mendukung kesinambungan pertumbuhan jangka panjang.
Dalam kerangka strategi transformasi digital, BNI terus mengembangkan wondr by BNI sebagai personal transaction platform. Hingga akhir 2025, jumlah pengguna wondr by BNI telah melampaui 12 juta pengguna dengan tingkat keaktifan transaksi yang jauh lebih tinggi dibandingkan platform sebelumnya. Peningkatan engagement nasabah ini turut berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan CASA.
Baca juga: Bank BNI Dorong UMKM Hingga Pekerja Migran Naik Kelas
Selain itu, BNI juga menyempurnakan platform BNIdirect yang mencakup layanan Cash Management, Trade Finance, Bank Guarantee, dan Supply Chain Financing untuk segmen korporasi dan bisnis. Sepanjang 2025, BNIdirect mencatat pertumbuhan jumlah pengguna dan nilai transaksi lebih dari 25 persen yang berkontribusi langsung terhadap penguatan dana giro korporasi.
Di sisi internasional, BNI memperkuat perannya sebagai orkestrator bisnis Indonesia ke pasar global melalui jaringan internasional di delapan pusat keuangan dunia serta telah menjalin kemitraan strategis dengan lebih dari 1.300 bank koresponden di 90 negara yang mencakup 16 mata uang.
“Sebagai bank milik negara, kami memosisikan diri tidak hanya sebagai lembaga intermediasi tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi agenda pembangunan nasional. Sinergi kami dalam berbagai program prioritas pemerintah kami jalankan dengan pendekatan yang prudent, berbasis ekosistem, dan berorientasi pada penguatan fundamental ekonomi jangka panjang,” imbuh Putrama.
Direktur Finance & Strategy Bank BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menambahkan, kinerja intermediasi Bank BNI tumbuh positif dan berimbang secara keseluruhan dengan mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 15,9 persen yang mencerminkan kinerja intermediasi yang tetap solid di tengah tantangan ekonomi global.
“Strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio di tengah perlambatan ekonomi global. Maka pengelolaan neraca perusahaan difokuskan pada keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan permodalan yang kuat,” jelasnya.
Baca juga: Pembiayaan Prioritas Bank BNI Industri Padat Karya Hingga Perumahan
Hingga akhir 2025, pertumbuhan kredit sebesar 15,9 persen sepenuhnya didanai oleh dana murah dengan pertumbuhan CASA sebesar 28,9 persen, ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 43,8 persen, dan tabungan yang mencatat pertumbuhan 11,2 persen. Struktur pendanaan yang sehat tersebut menopang pengelolaan likuiditas secara optimal
Dengan kombinasi pertumbuhan kredit yang sehat, struktur pendanaan yang solid, serta kualitas aset yang membaik, Bank BNI berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp20 triliun sepanjang tahun 2025.