Rabu, Maret 4, 2026
HomeNewsEkonomiMBG, Koperasi Merah Putih, Hingga Tarif Amerika dalam Catatan Kadin Indonesia

MBG, Koperasi Merah Putih, Hingga Tarif Amerika dalam Catatan Kadin Indonesia

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie, menggelar acara silaturahmi dan buka puasa bersama para Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia dan jajaran Ketua Umum (Ketum) Kadin Provinsi seluruh Indonesia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pekan ini.

Menurut Anindya, bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyamakan persepsi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke daerah. “Kita mengundang seluruh Ketua Umum Kadin Provinsi untuk hadir, untuk melihat bagaimana menggiatkan perekonomian sampai ke daerah,” ujarnya dikutip dari siaran persnya Minggu (01/03).

Target pertumbuhan ekonomi nasional harus terus dijaga bukan hanya di tingkat pusat tetapi juga di provinsi, kabupaten, dan kota. Di dalam PDB (Produk Domestik Bruto), selain dari sisi belanja pemerintah yang harus terus dikawal, dampaknya harus bisa dirasakan pada konsumsi domestik termasuk kondisi perdagangan, perekonomian di daerah hingga ekspor-impor.

Terkait diplomasi luar negeri yang telah dilakukan, Anindya menyebut kerja sama investasi harus benar-benar masuk untuk menambah lapangan kerja dan menciptakan pengusaha baru. Termasuk program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang harus bisa dirasakan dampaknya ke bawah.

“Program prioritas pemerintah ini perlu kita jaga dan kawal supaya sukses. Dengan begini teman-teman daerah bisa memberikan gambaran di lapangan dan membantu mendukung supaya benar-benar jalan terlebih program-program tersebut menggunakan APBN sehingga harus dipastikan tepat sasaran dan memberi efek turunan ekonomi,” katanya.

Program utama pemerintah ini bukan hanya harus sampai pada yang membutuhkan tapi juga berbagai turunannya harus bisa dirasakan. Untuk itu dalam waktu dekat Kadin akan meluncurkan kajian MBGnomics untuk mengkaji bagaimana program MBG dapat membantu generasi berikutnya termasuk 80 juta anak-anak dan ibu menyusui sekaligus penciptaan peluang usaha baru di daerah.

“Bagaimana teman-teman daerah bisa menjadi pengusaha yang berhasil di bidang bahan baku, supply chain, ekosistem, dan lain-lain. Jadi itulah alasan kita juga bersilaturahmi hari ini,” tutur Anin.

Baca juga: Kadin Optimistis Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen

Terkait tarif impor Amerika 15 persen, Anindya juga memberikan tanggapan. Satu hal yang harus diingat yaitu Amerika merupakan mitra dagang utama Indonesia dengan nilai mencapai 40 miliar dollar atau terbesar kedua untuk sektor garmen, Tekstil, alas kaki, hingga furniture.

“Ada lebih 1.000 jenis produk yang memperoleh insentif tarif hingga 0 persen untuk ekspor ke Amerika seperti komoditas kakao hingga minyak kelapa sawit (CPO). Tujuannya untuk memastikan bahwa produk-produk Indonesia bisa masuk ke Amerika dengan tarif sedang mungkin bahkan 0 persen,” jelasnya.

Karena itu Kadin Indonesia menyatakan optimismenya terkait perdagangan Indonesia-Amerika yang akan tetap memberikan hasil positif. Terlebih sejumlah komoditas yang diimpor dari Amerika seperti kedelai, kapas, dan gandum memang dibutuhkan industri dalam negeri.

Hal lain yang juga penting yaitu dunia usaha harus mulai berpikir ofensif dalam arti memperluas produksi, menciptakan lapangan kerja, dan menarik investasi baru. Bukan hanya defensif dari sisi bertahan tapi kalau sudah dibuka jalan bagaimana bisa lebih ofensif dalam arti memperluas produksi untuk membuka investasi dan lapangan kerja.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini