Rabu, Maret 4, 2026
HomeNewsEkonomiJanuari Impor Naik 18 Persen, Impor Logam Mulia dan Perhiasan dari Australia...

Januari Impor Naik 18 Persen, Impor Logam Mulia dan Perhiasan dari Australia Meroket 634 Persen!

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada Januari 2026 total nilai impor Indonesia mencapai USD21,20 miliar, meningkat 18,21 persen dibanding Januari 2025 (yoy).

Nilai impor migas mencapai USD3,17 miliar atau meningkat 27,52 persen secara tahunan (yoy), dan impor nonmigas mencapai USD18,04 miliar atau meningkat 16,71 persen (yoy).

“Peningkatan nilai impor Januari 2026, terutama didorong oleh peningkatan impor non migas dengan andil sebesar 14,40 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3/2025).

Seluruh golongan penggunaan produk meningkat impornya pada Januari 2026. Impor barang konsumsi naik 11,81 persen, impor bahan baku dan bahan penolong meningkat 14,67 persen. Sementara impor barang modal melesat 35,23 persen.

Baca juga: Neraca Dagang RI Januari Masih Surplus Kendati Menciut

Tiga besar negara asal impor Indonesia pada Januari 2026 adalah Tiongkok, Australia dan Jepang, dengan sumbangan terhadap total impor Indonesia sebesar 54,92 persen.

Impor non migas dari Tiongkok mencapai USD7,89 miliar, didominasi impor mesin atau perlengkapan elektrik dan bagiannya dengan share 23,42 persen atau meningkat 49,79 persen secara tahunan.

Impor non migas dari Jepang mencapai USD0,95 miliar, didominasi impor mesin atau peralatan mekanis dan bagiannya dengan share 20,68 persen atau turun 21,20 persen (yoy).

Baca juga: Ekspor Indonesia ke AS Tiga Kali Lebih Besar Daripada Impor

Sementara impor non migas dari Australia mencapai USD1,07 miliar. Didominasi impor logam mulia dan perhiasan atau permata dengan share 47,54 persen, atau meroket 634,30 persen secara tahunan.

Tidak ada penjelasan kenapa impor logam mulia serta perhiasan dan batu permata dari Australia meroket demikian tinggi. Yang jelas, Australia memang salah satu negara tambang besar di dunia.

Berita Terkait

Ekonomi

Kelola Emas 33,7 Ton, Pegadaian Raih Laba Rp8,34 Triliun

PT Pegadaian berhasil menorehkan kinerja positif di tahun 2025...

Neraca Dagang RI Januari Masih Surplus Kendati Menciut

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, nilai ekspor Indonesia pada...

Berita Terkini