Senin, Maret 9, 2026
HomeGaya HidupAksesorisInovasi dan Komitmen Keberlanjutan Jadi Tema Besar IFEX 2026

Inovasi dan Komitmen Keberlanjutan Jadi Tema Besar IFEX 2026

Desain memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing industri furnitur Indonesia. Desain bukan sekadar upaya mempercantik produk tetapi menjadi faktor strategis yang menentukan keberhasilan produk di pasar global. Sebuah desain yang baik harus terintegrasi dengan proses produksi, memahami kebutuhan pasar, serta mampu menghadirkan fungsi yang optimal sekaligus nilai estetika yang kuat.

Inovasi desain dan komitmen terhadap keberlanjutan menjadi dua elemen penting dalam penyelenggaraan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) yang digelar pada 5-8 Maret 2026 di ICE BSD.

Pameran furnitur dan kerajinan berskala internasional yang dihadirkan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dan Dyandra Promosindo ini menghadirkan berbagai produk unggulan yang tidak hanya mengedepankan kualitas material dan craftsmanship tetapi juga mengintegrasikan desain inovatif dengan praktik produksi yang ramah lingkungan.

“Inovasi desain menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis furnitur nasional. Dalam lima tahun terakhir kami menekankan penting desain dengan mengatakan, ‘No New Design, No Business’. Tanpa kebaruan desain, para pemain industri akan kesulitan mempertahankan daya saing di pasar yang terus berkembang,” ujar Adhi Nugraha, Dewan Pakar Desain HIMKI melalui siaran pers Minggu (08/03).

Baca juga: Pameran Furnitur IFEX Dibuka, Targetkan Ekspor 6 Miliar Dollar

Untuk meningkatkan nilai tambah produk, HIMKI mendorong anggotanya untuk mulai mengembangkan divisi desain sendiri atau menjalin kolaborasi dengan desainer independen. Selain itu inisiatif seperti HIMKI Design Awards dan Youth Design Awards juga dihadirkan untuk mendorong kolaborasi antara produsen dan desainer muda sekaligus membuka peluang bagi karya desain baru untuk diproduksi secara komersial.

Menurut Adhi, setiap tahun minat desainer muda untuk terjun ke industri terus meningkat. Ini menjadi sinyal positif dalam upaya pengembangan divisi desain in-house. Ia juga mendorong para desainer muda untuk tidak hanya berkiprah di dalam negeri tetapi mulai menjajaki pasar internasional untuk menaikkan value desainer dan karya mereka.

Acara seminar sebagai salah satu program pendukung IFEX juga menghadirkan beberapa desainer internasional sebagai pembicara. Kehadiran para desainer kelas dunia pada IFEX 2026 menjadi bukti bahwa IFEX merupakan salah satu pameran furnitur utama di dunia. Selain menghadirkan berbagai produk unggulan, IFEX juga menjadi platform saling berbagi pengetahuan antar para pemain industri.

Seminar diadakan setiap hari dengan berbagai tema menarik terkait desain, business financing dan manajemen, material pendukung produk dan bagaimana mendesain produk agar lebih bernilai tinggi, keberlanjutan dan ekosistem bisnis, serta pentingnya mencari dan mengembangkan talenta-talenta baru untuk mengembangkan industri. Kegiatan ini menampilkan para pakar industri dari berbagai negara seperti Filipina, Jepang, Spanyol, India, dan lain-lain.

Misalnya seminar yang membahas membahas tentang “Industrial Ecosystem and Material Sustainability” yang menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam mendukung pertumbuhan industri. IFEX juga mengangkat tema “The Challenge for Global Design Archetype in terms of Lifestyle, Sustainability, & Socio-Cultural Impact” yang fokus pada peran desain dalam isu keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

IFEX juga membahas peran penting seorang desainer produk melalui tema pembahasan bertajuk “Elevating Local Materiality, Culture, Artisanal Talent as the Backbone of Design Identity on the World Stage”.

Baca juga: Dampak Konflik Timur Tengah ke Sektor Furnitur

Di sisi lain, aspek keberlanjutan juga menjadi sorotan penting dalam pameran tahun ini. Berbagai peserta pameran menampilkan furnitur yang memanfaatkan material alami dan terbarukan seperti rotan, bambu, serta berbagai jenis kayu tropis yang dikelola secara berkelanjutan. Banyak produk juga menggunakan kayu bersertifikasi yang telah memenuhi standar legalitas dan pengelolaan hutan berkelanjutan melalui sistem verifikasi legalitas kayu Indonesia.

Beberapa produsen bahkan menghadirkan produk yang memanfaatkan material daur ulang serta menerapkan proses finishing berbasis air (water-based finishing) yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana inovasi desain dapat menjadi solusi dalam menjawab berbagai tantangan industri, termasuk pemanfaatan limbah produksi atau bahan sisa menjadi produk bernilai tinggi.

“Tren ini mencerminkan semakin kuatnya komitmen industri furnitur Indonesia dalam merespons tuntutan pasar global yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan, transparansi rantai pasok, serta kepatuhan terhadap standar lingkungan internasional,” imbuh Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur.

Dengan menggabungkan inovasi desain, kekuatan craftsmanship, serta praktek produksi yang bertanggung jawab, IFEX 2026 menjadi panggung penting bagi pelaku industri untuk memperkenalkan furnitur Indonesia kepada pasar global. Bagi para pembeli internasional, pameran ini tidak hanya menawarkan produk berkualitas tinggi tetapi juga memberikan gambaran mengenai arah perkembangan industri furnitur Indonesia yang semakin inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Berita Terkait

Ekonomi

Emas Fisik Langka, Bisa Nabung di Pegadaian

Beberapa waktu terakhir, logam mulia emas semakin sulit ditemukan...

Setahun Kegiatan Usaha Bullion, Pegadaian Kelola 147,8 Ton Emas, BSI 22,5 Ton

Pemerintah bersama pemangku kepentingan dalam ekosistem bullion, memperingati satu...

Berita Terkini