Kamis, Oktober 8, 2026
HomeBerita PropertiColliers: Mal Kembali Ramai Tapi Belum Dongkrak Belanja

Colliers: Mal Kembali Ramai Tapi Belum Dongkrak Belanja

Pusat perbelanjaan menjadi salah satu segmen bisnis properti yang terus menunjukkan peningkatan kinerja. Menurut riset Colliers Indonesia, hingga saat ini tingkat pengunjung pusat perbelanjaan ataupun mal masih relatif terjaga dan mal masih tetap menjadi destinasi untuk hiburan, rekreasi, makan, maupun bersosialisasi.

Namun traffic ataupun tingkat keramaian mal tidak selalu beriringan dengan transaksi yang terjadi di dalamnya. Menurut Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers Indonesia, konsumen kian selektif dalam menentukan kapan dan apa yang ingin mereka beli.

“Jadi situasinya seperti piramida terbalik karena yang terbesar itu tingkat kunjungan dengan yang terkecil transaksi. Gambaran terbaliknya, pengunjung (footfaal), diikuti kualitas kunjungan (quality of visit), kemudian masuk dan berbelanja di toko (store entry & conversion), nilai transaksi (transaction value), hingga produktivitas toko (store profitability),” ujarnya saat paparan Colliers Media Briefing Q3 2026 Rabu (7/10).

Baca juga: Kinerja Mal Kian Ditentukan oleh Kemampuan Menciptakan Pengalaman yang Menarik

Dengan situasi ini menurut Ferry, ada tantangan bagi peritel maupun pemilik mal yaitu bukan lagi hanya mendatangkan pengunjung tapi mengubah traffic menjadi transaksi dengan nilai yang cukup untuk menjaga produktivitas toko.

Situasi ini juga membuat era “buka toko sebanyak-banyaknya“ mulai berakhir. Ekspansi ritel tetap berlangsung namun retailer semakin selektif dalam memilih lokasi dan space toko. Di tengah situasi belanja online (e-commerce), keberadaan toko fisik juga tetap penting namun setiap toko tersebut dituntut untuk memberikan hasil yang sepadan dengan modal yang ditanamkan.

Situasi ini juga membuat tenant yang semakin selektif terkait penentuan lokasii ekspansi. Mal dengan daya tarik dan produktivitas yang lebih kuat cenderung menjadi pilihan utama sementara mal yang tertinggal perlu melakukan lebih banyak upaya untuk menarik kembali tenant dan pengunjung.

Baca juga: Colliers: Pemilihan Tenant Menentukan Keberlanjutan Bisnis Pusat Perbelanjaan

Kualitas kian menentukan dan untuk itu tenance mix, customer base, hingga ekosistem yang lebih kuat akan mampu mempertahankan okupansi. Rejuvenation menjadi semakin penting bagi mal yang tertinggal.

“Jadi yang harus diperhatikan bukan lagi sekadar cosmetic upgrade tetapi bagian dari strategi untuk mempertahankan relevansi, bagaimana menarik tenant, hingga meningkatkan productivity,” beber Ferry.

Berita Terkait

Ekonomi

Naik Sebentar, September Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Sudah Turun Lagi

Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat pada Agustus 2026,...

MotoGP Mandalika, Kemenpar Dorong Pengembangan Sports Tourism

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendorong penguatan langkah...

Kredit Macet Pinjol Naik Tinggi Dekati 5 Persen

Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan...

Berita Terkini