Rumah Seken Green Andara Nguntit Harga Pengembang
Pasar rumah seken menjadi salah satu alternatif yang dapat dipilih konsumen selain membeli langsung rumah baru dari pengembang. Membeli rumah seken tidak seperti membeli kucing dalam karung. Dengan rumah sudah jadi konsumen dapat mengetahui kualitas dan kerapian bangunannya, serta material yang dipakai.
Di perumahan yang masih aktif dipasarkan harga rumah seken umumnya lebih murah dari harga jual dari pengembang. Untuk rumah seken relatif baru, 2-3 tahun, selisihnya kurang lebih 5 persen. “Bedanya lumayan, rumahnya siap huni dan kondisinya seperti baru. Kalau membeli inden harus menunggu 1-1,5 tahun,” ujar Meita, broker individual yang banyak memasarkan rumah di kawasan Pondok Labu dan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Ia menunjuk perumahan Green Andara Residence di Jl Andara, Pondok Labu, yang harga rumahnya rata-rata di atas Rp2 miliar. Di perumahan seluas 28 ha ini pemilik rumah memasang harga dengan mengikuti daftar harga (price list) developer. Kalau developer memasarkan seharga Rp2,5 miliar, untuk tipe rumah yang sama pemiliknya minta Rp2,4 miliar. “Itu harga bersih, pemilik tidak mau bayar pajak dan komisi marketing,” ujarnya.
Menurut Meita, dengan adanya kepastian pembangunan jalan tol Depok – Antasari yang melintas dekat Green Andara harga di perumahan besutan PT Bintang Mahameru ini ikut terkerek. Sekarang harga tanahnya di bagian depan sekitar club house mencapai Rp22 – 25 juta/m2. Di belakang lebih murah Rp17 juta/m2. “Intinya sekarang di Green Andara sudah tidak ada lagi yang menawarkan rumah di bawah Rp2 miliar,” imbuhnya. Tipe 120/93 ditawarkan seharga Rp2,1 miliar dan tipe 130/108 Rp2,4 miliar. Ada lagi tipe 120/105 bangunannya lebih baru harganya Rp2,65 miliar.
Di Green Andara Residence rumah yang sudah terbangun sekitar 480 unit, 300 unit diantaranya sudah dihuni. Kini pengembangnya tinggal menghabiskan 32 unit lagi tipe 120/93 dan 130/108 seharga Rp2,1 miliar dan Rp2,4 miliar. Sebenarnya masih ada 200 unit lainnya yang belum dipasarkan tapi oleh pengembangnya sengaja ditunda menunggu pembangunan jalan tol Depok-Antasari. Dapat diduga pembangunan jalan tol ini makin melambungkan harga properti di sekitarnya termasuk di Green Andara.
Mengingat harga tanahnya yang sudah tinggi dan tinggal sedikit PT Bintang Mahameru berencana membangun apartemen low rise setinggi 5-8 lantai di kawasan Green Andara. Rencananya ada lima tower seharga mulai Rp1 miliar/unit. Yudis
