Minggu, April 5, 2026
HomeNewsIbukotaPerusahaan Asal Jerman Bersihkan Monas

Perusahaan Asal Jerman Bersihkan Monas

Kaercher Indonesia, perusahaan perkakas pembersih asal Jerman, akan membersihkan Monumen nasional (Monas) selama dua pekan dimulai Selasa (6/5). Kegiatan ini bagian dari pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility-CSR). Kegiatan bersih-bersih Monas ini yang kedua kali bagi Kaercher Indonesia.

“Kami pernah membersihkan Monas tahun 1992, ini menjadi komitmen perusahaan kami untuk menjaga keindahan dan kebersihan monumen-monumen bersejarah. Selain Monas kami sudah berpengalaman membersihkan 80 monumen di dunia,” ujar Roland Staehler, General Manager Kaercher Indonesia, saat syukuran dimulainya program Kaercher Cleans Monas, di Tugu Monas, Jakarta, Senin (5/5).

Pembersihan Monas dimulai 6 Mei hingga 15 Mei 2014
Pembersihan Monas dimulai 6 Mei hingga 15 Mei 2014

Tim Kaercher akan membersihkan Monas secara pararel dimulai pembersihan bagian cawan bawah kemudian berlanjut ke tugu. Sebelumnya melakukan kegiatan ini tim teknisi Kaercher sejak tahun 2011 sudah melakukan riset dan survey. Riset itu diperlukan untuk menganalisis jenis kotoran yang mengendap dan menyiapkan strategi pembersihan yang tepat.

Area Monas tampak kinclong lagi pasca dicuci oleh Kaercher
Area Monas tampak kinclong lagi pasca dicuci oleh Kaercher

Monas akan dibersihkan dengan produk pembersih dan air panas bertekanan tinggi. Setelah itu dikeringkan dengan mesin sikat pengering untuk menyapu sisa air kotor. Kaercher menjamin pihaknya hanya akan membersihkan kotoran tanpa merusak lapisan terluar Monas.

Selain menggandeng Pemprov DKI Jakarta, Kaercher juga mengajak anggota masyarakat terlibat dalam kegiatan bertajuk Monas Fun Cleaning Day with Kaercher yang menjadi puncak dari kegiatan CSR Kaercher Cleans Monas.  Acara yang akan berlangsung pada 15 Mei ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menjaga, merawat, dan memebersihkan monumen bersejarah warisan bangsa.

“Monas adalah milik bangsa yang amat berharga, untuk itu kami ingin melibatkan masyarakat dan komunitas-komunitas khususnya yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya untuk bergotong royong membersihkan monumen ini,” tambah Roland. Yudis

 

Berita Terkait

Ekonomi

Kepala BPS Bilang Backlog Perumahan 13 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan,...

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik...

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Berita Terkini