Sailendra Residence, Rumah Double Decker Pertama di Bogor
Banyak cara untuk memaksimalkan lahan yang kian terbatas agar hunian tetap nyaman. Salah satunya dengan penerapan konsep double decker yang memiliki dua lantai dasar: ground base dan lower ground base (semi basement). Basement berfungsi sebagai entry kendaraan, sedangkan lantai dasar merupakan level dimana jalan dan muka bangunan berada. Level ini dimanfaatkan untuk taman dan menjadi area bersama tanpa akses kendaraan. Selain nyaman konsep ini dinilai lebih aman khususnya bagi anak-anak.
Di Jakarta sudah ada beberapa perumahan yang menerapkan konsep double decker. Kini PT Kencana Anugerah Pratama (KAP) mengadopsi konsep ini di Sailendra Residence yang dikembangkan di Jl KH Soleh Iskandar, Bogor. Perumahan ini menjadi yang pertama di Bogor menerapkan konsep double decker.
Menurut Bani Diego, Kepala Pemasaran KAP, konsep double decker membawa lifestyle apartemen tapi huniannya masih memiliki lahan. “Tampilannya berbeda dan lebih eksklusif dengan area hijau lebih banyak ditambah taman gantung di lantai dasar,” katanya.
Sailendra Residence dikembangkan di area seluas 5.200 m2, terdiri 16 rumah saling berhadapan (total 32 unit). Basement difungsikan untuk garasi dan ruang service, lantai dasar untuk ruang semi publik, seperti living room, ruang tamu, dan ruang makan. Sementara lantai dua sepenuhnya untuk area privat.
Bangunan rumahnya 200 m2 dengan kaveling 113-143 m2 seharga Rp1,5 – 1,7 miliaran. Sejak dilansir akhir Januari 2014 sudah terjual 20-an unit. “80 persen pembelinya dari Jakarta, mereka sudah terbiasa dengan konsep rumah double decker makanya langsung tertarik,” imbuhnya.
Lantai dasar yang difungsikan sebagai area bersama dilengkapi jogging track dan private gym. Pembangunannya dijanjikan selesai dalam 18 bulan. Di sekitar perumahan sudah banyak fasilitas publik dan dekat tol Bogor Outer Ring Road (BORR). Yudis
