Minggu, April 5, 2026
HomeBerita PropertiSailendra Residence, Rumah Double Decker Pertama di Bogor

Sailendra Residence, Rumah Double Decker Pertama di Bogor

Banyak cara untuk memaksimalkan lahan yang kian terbatas agar hunian tetap nyaman. Salah satunya dengan penerapan konsep double decker yang memiliki dua lantai dasar: ground base dan lower ground base (semi basement). Basement berfungsi sebagai entry kendaraan, sedangkan lantai dasar merupakan level dimana jalan dan muka bangunan berada. Level ini dimanfaatkan untuk taman dan menjadi area bersama tanpa akses kendaraan. Selain nyaman konsep ini dinilai lebih aman khususnya bagi anak-anak.

Di Jakarta sudah ada beberapa perumahan yang menerapkan konsep double decker. Kini PT Kencana Anugerah Pratama (KAP) mengadopsi konsep ini di Sailendra Residence  yang dikembangkan di Jl KH Soleh Iskandar, Bogor. Perumahan ini menjadi yang pertama di Bogor menerapkan konsep double decker.

Sailendra Residence
Sailendra Residence

Menurut Bani Diego, Kepala Pemasaran KAP,  konsep double decker membawa lifestyle apartemen tapi huniannya  masih memiliki lahan. “Tampilannya berbeda dan lebih eksklusif dengan area hijau lebih banyak ditambah taman gantung di lantai dasar,” katanya.

Sailendra Residence dikembangkan di area seluas 5.200 m2, terdiri 16 rumah saling berhadapan (total 32 unit). Basement difungsikan untuk garasi dan ruang service, lantai dasar untuk ruang semi publik, seperti living room, ruang tamu, dan ruang makan. Sementara lantai dua sepenuhnya untuk area privat.

Bangunan rumahnya 200 m2 dengan kaveling 113-143 m2 seharga Rp1,5 – 1,7 miliaran. Sejak dilansir akhir Januari 2014 sudah terjual 20-an unit. “80 persen pembelinya dari Jakarta, mereka sudah terbiasa dengan konsep rumah double decker makanya langsung tertarik,” imbuhnya.

Lantai dasar yang difungsikan sebagai area bersama dilengkapi jogging track dan private gym.  Pembangunannya dijanjikan selesai dalam 18 bulan. Di sekitar perumahan sudah banyak fasilitas publik dan dekat tol Bogor Outer Ring Road (BORR). Yudis

 

Berita Terkait

Ekonomi

Kepala BPS Bilang Backlog Perumahan 13 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan,...

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik...

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Berita Terkini