Minggu, April 5, 2026
HomeNewsIbukotaAhok Akan Menambah RTH DKI Hingga 100 ha

Ahok Akan Menambah RTH DKI Hingga 100 ha

Terbatasnya ruang terbuka hijau (RTH) di DKI Jakarta mendapat perhatian Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Poernama (Ahok). Saat ini luas RTH Jakarta baru 75 km2 atau hanya 9,8 persen dari total luas Jakarta 661,52 km2, masih jauh dari batas minimal 30 persen. “Kita upayakan terus biar jadi 35 persen di tahun 2030,” ujar Ahok pada acara penanaman pohon Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta Utara, akhir pekan lalu.

Ahok menargetkan dapat menambah RTH wilayah Jakarta seluas 40 – 100 ha. Untuk itu Pemprov DKI akan terus berupaya membebaskan lahan untuk kepentingan tersebut. Salah satunya di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Di sini Pemprov DKI berhasil membebaskan lahan seluas 2 ha yang nantinya akan dijadikan area resapan air selain akan dibangun waduk dan fasilitas publik lainnya.

ruang terbuka hijau taman

Ahok optimis Pemprov DKI dapat melakukannya hal itu karena APBD DKI punya anggaran cukup besar. Tahun 2015 APBD DKI mencapai Rp72 triliun.  Tahun 2016 diperkirakan jumlahnya semakin besar mencapai Rp100 triliun. Selain melakukan pembebasan, Pemprov DKI juga berupaya mengembalikan kawasan terbuka yang sekarang berubah fungsi. Sejumlah upaya yang dilakukan Pemprov DKI antara lain membangun taman di Waduk Pluit, Jakarta Utara, dan Waduk Ria Rio, Jakarta Timur.

Dengan anggaran  cukup besar, ujar Ahok, Pemprov DKI  siap untuk membeli lahan-lahan dari masyarakat dan perusahaan. Selanjutnya lahan tersebut dijadikan kawasan terbuka. Selain itu Ahok juga akan mengubah konsep perizinan pembangunan high rise building oleh swasta dari system pembayaran retribusi menjadi kompensasi penyediaan RTH.

“Nanti yang mau mengajukan izin nggak perlu bayar, sebagai ganti mereka membangun RTH. Ada hitungannya, berapa meter persegi ruang udara yang mau dibangun, harus membebaskan RTH sekian, pola-pola seperti ini harusnya bisa mempercepat untuk perluasan RTH biar Jakarta ijo royo-royo, lebih adem dan penduduknya nggak emosional lagi,” tandasnya. Yudis

Berita Terkait

Ekonomi

Kepala BPS Bilang Backlog Perumahan 13 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan,...

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik...

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Berita Terkini