Minggu, April 5, 2026
HomeBerita PropertiAsal Pengembang Mau Jujur, Pemerintah Siap Tunda PPnBM

Asal Pengembang Mau Jujur, Pemerintah Siap Tunda PPnBM

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro bersedia menunda pemberlakuan pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM) untuk properti asal pengembang mau jujur memberikan data transaksi penjualan propertinya. Hal ini diperlukan karena selama ini data jual-beli dan sewa khususnya apartemen sering tidak terlacak.

Menteri Keuangan Bambang S. Brodjonegoro
Menteri Keuangan Bambang S. Brodjonegoro

“Banyak transaksi apartemen yang peralihan kepemilikannya tidak termonitor dengan baik sehingga pajaknya tidak masuk menjadi penerimaan negara. Ketentuannya, peralihan hak milik maupun sewa ada pajaknya, penjual dikenakan pajak penghasilan (PPH), pihak yang menyewakan dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN). Jadi banyak pajak yang bisa di-collect tapi tidak masuk karena datanya tidak ada,” ujar Bambang kepada media di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (13/5).

Selama ini dua transaksi jual-beli dan sewa apartemen mewah  kerap tidak masuk ke penerimaan pajak. Padahal data transaksi ini dibutuhkan untuk melacak pembayaran pajak. “PPnBM ini juga bisa mengarah ke kepemilikan asing, jadi bisa juga dibuka untuk kepemilikan asing selama transaksinya jelas dan dikenakan PPnBM. Jadi nanti arahnya bisa dua, untuk kepemilikan asing dan data transaksi,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Jenderal DPP Real Estat Indonesia (REI) Hari Raharta Sudrajat, menyatakan belum bisa mengambil sikap terkait permintaan menkeu ini. “Kami masih akan mendiskusikan hal ini dengan para anggota, nanti pasti akan ada pernyataan resmi dari asosiasi. Intinya, kami mendukung program pemerintah tapi pemerintah juga harus membuat regulasi yang bisa menggairahkan pasar,” tandasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Kepala BPS Bilang Backlog Perumahan 13 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan,...

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik...

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Berita Terkini