Pemkot Bogor Dorong Pembangunan Rusun
Pembangunan rumah murah atau program sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih banyak mengalami kendala. Di kawasan perkotaan yang lahannya terbatas dan mahal pengadaan rumah murah sulit dilaksanakan. Paling mungkin rumah susun murah, itu pun belum banyak yang membangun kecuali rumah susun murah dan sewa yang dibangun Perumnas dan Pemprov DKI Jakarta.
Walikota Bogor Bima Arya secara terang-terangan mengaku di wilayahnya belum ada program pembangunan rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Di Kota Bogor tidak dapat dibangun rumah murah karena harga tanahnya sudah tinggi. “Di Bogor program sejuta rumah belum terealisasi dan fokus pemkot saat ini adalah perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) yang setiap tahun selalu kita anggarkan,” ujarnya kepada housing-estate.com di Bogor, Senin (1/8).
Tahun 2017 Pemkot Bogor mengajukan anggaran RTLH sebesar Rp90 miliar. Bima mendorong kalangan pengembang agar mau membangun hunian vertikal di dalam kota. Ini alternatif yang dapat ditempuh mengingat di Kota Bogor lahannya semakin terbatas. Selain itu Pemkot Bogor juga menahan pemberian izin pengembangan landed house. Saat ini izin hanya diberikan untuk pembangunan apartemen. Sudah ada dua rumah susun yang selesai dibangun yaitu rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Cibuluh dan Menteng Asri.
