Minggu, April 5, 2026
HomeBerita PropertiIni Rumah Smart Home Dari Panasonic, Seperti Apa Kecanggihannya?

Ini Rumah Smart Home Dari Panasonic, Seperti Apa Kecanggihannya?

Era digital yang ditandai  pemanfaatan teknologi informasi (IT) sudah merasuk  ke semua lini. Di sektor properti hal ini ditandai dengan makin semaraknya penawaran hunian smart home. Penerapan smart home umumnya  baru sebatas fitur. Pengembang yang menenerapkan smart home sebagai konsep terintegrasi masih terbatas, antara lain Savasa (37 ha) yang dikembangkan di Kota Deltamas, Bekasi.

Savasa yang dikembangkan Panasonic Group, Jepang, salah satu produsen home appliances, menerapkan smart home canggih. Konsepnya mirip Fujisawa Sustainable, proyek residensial Panasonic Homes di Fujisawa, Jepang. Huniannya berkelanjutan dan healthy living. Penerapannya mencakup empat lini: smart  township, smart security, mart home, smart community.

Sistem keamanannya ganda, one gate system dengan sekuriti berjaga 24 jam dan CCTV.  Pengawasan dilakukan sejak di luar klaster hunian dengan memasang beberapa kamera CCTV di Jalan Bulevar, main gate, dan pusat aktifitas. Selain itu ada puluhan sensor inframerah di sekeliling kawasan perumahan. Sensor ini terhubung dengan ruang kontrol di pos sekuriti sehingga seluruh kawasan dapat dimonitor 24 jam penuh.

Setiap rumah dilengkapi piranti smart home, yaitu Panasonic Home Network System. Dengan piranti Smart Home penghuni dapat memonitor rumahnya dari jarak jauh melalui smartphone.  Developer menyediakan dua CCTV di dalam dan di pintu masuk. CCTV di pintu masuk berfungsi juga sebagai intercom sehingga penghuni di dalam dapat melihat orang yang datang dan berkomunikasi, misalnya tamu, ojek, atau pengantar makanan (go food).  Ada juga sensor lampu di tempat-tempat tertentu yang membuat lampu menyala dan mati secara otomatis ketika ada orang masuk dan keluar.

Fitur canggih lainnya sistem penyaring udara Puretech.  Puretech akan menyaring debu, kotoran, radikal bebas, dan partikel kecil lain sehingga udara di dalam rumah menjadi lebih sehat. “Kualitas udara penting bagi kehidupan manusia, karena itu di Savasa kami menawarkan konsep quality air for life. Itu mencakup berbagai solusi dan teknologi mencakup produk AC, ventilasi, dan pemurni udara,” ujar Seigo Saifu, Presdir PT Panasonic Gobel Indonesia. Puretech ini dipadu dengan  rancangan cross ventilation sehingga udara di dalam makin berkualitas.

 

Energy Recovery Ventilator

Selain Pretech PanaHome menawarkan alat yang dinamakan Energy Recovery Ventilation (ERV). Alat buatan Panasonic ini mencakup sensor suhu, karbondioksida, dan kelembapan. ERV bekerja dengan cara memasukkan udara dari luar melalui filter dan mengeluarkan mengeluarkan CO2  dengan exhaust. Konsentrasi CO2 dalam jumlah besar di ruangan sangat berbahaya.

Ichiro Suganuma, Managing Director Panasonic Southeast Asia, menyebutkan, konsentrasi CO2 sebesar 1000 ppm (part per million) mengganggu konsentrasi dan kesehatan. “ERV ini dapat menurunkan CO2 secara signifikan. Karena dapat menstabilkan suhu ruangan ERV juga berfungsi sebagai energy saving hingga 40%. Kerja AC menjadi lebih ringan. Selain itu PanaHome melengkapi dengan teknologi nanoe yang ditanamkan di AC. AC nanoe ini dapat menghilangkan bau, dan menghambat pertumbuhan lima jenis polutan, seperti virus, bakteri, jamur, allergen, polen, dan menghilangkan partikel hingga PM 2,5 mikron. PM 2,5 kalau  tidak difilter akan masuk hidung  karena lebih halus dari debu. “Contohnya asap rokok karena itu partikel ini dapat menerobos masker. ERP  dapat menghilangkan bau yang bersifat protein, seperti bau badan, sepatu, dan lembab,” tambahnya.

Wulang Nur Widyatmoko, General Manager Savasa menyebutkan, ERV dan AC nanoe akan diterapkan di klaster Asa tahap dua yang baru diluncurkan akhir Februari 2020.  Rumahnya terdiri tipe 101/122 dan 137/157 mulai seharga Rp1,8 miliar. Masing-masing dilengkapi kamar 3+1 dan 4+1.  Di tahap pertama rumahnya tipe tipe 64/66-72 dan 80/84.  Pembangunan tahap pertama hampir rampung, rencananya Maret atau April 2020 akan dilakukan serah terima.

Berita Terkait

Ekonomi

Kepala BPS Bilang Backlog Perumahan 13 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan,...

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik...

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Berita Terkini