Minggu, April 5, 2026
HomeNewsBerita UmumSepanjang Maret Pembiayaan Korporasi Meningkat 25,3%

Sepanjang Maret Pembiayaan Korporasi Meningkat 25,3%

Kebutuhan pembiayaan korporasi pada Maret 2024 terindikasi meningkat. Hal tersebut tecermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 25,3%, jauh lebih tinggi dibandingkan SBT Februari 2024 yang hanya 11,1%.

Mengutip keterangan tertulis Bank Indonesia melalui Asisten Gubernur/Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono, peningkatan kebutuhan pembiayaan tersebut didorong oleh permintaan dari lapangan usaha (LU) perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi. Sumber pembiayaan korporasi terutama berasal dari dana sendiri, diikuti pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik dan pembiayaan dari perbankan dalam negeri.

Pada kelompok rumah tangga, sebanyak 10,9% responden menyatakan terdapat kebutuhan pembiayaan baru pada Maret 2024. Mayoritas pembiayaan rumah tangga berasal dari bank umum dengan pangsa sebesar 41,2%, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 39,8%. Selain perbankan, sumber pembiayaan utama yang menjadi preferensi rumah tangga antara lain leasing dan koperasi.

Baca juga: Bank Indonesia Naikkan Bunga Acuan BI Rate Jadi 6,25%

Sementara itu penyaluran kredit baru oleh perbankan pada Maret 2024 juga terindikasi meningkat dengan SBT sebesar 80,9%, lebih tinggi dibandingkan SBT Februari 2024 yang tercatat 54,1%. Faktor utama yang memengaruhi prakiraan penyaluran kredit baru pada Maret 2024, adalah permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain. “Secara keseluruhan selama triwulan I-2024 penawaran penyaluran kredit baru dari perbankan diprakirakan tetap tumbuh,” kata Erwin.

Berita Terkait

Ekonomi

Kepala BPS Bilang Backlog Perumahan 13 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan,...

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik...

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Berita Terkini